"Mau apa kalian?!" tandas Jeffry dingin. "Serahkan wanita cacat itu!" balas salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpinnya. Wajah Jeffry menghitam dan giginya mengatup menahan emosi saat mendengar kata cacat. Putri semata wayangnya diperlakukan dengan tidak sopan oleh orang yang bahkan tidak mengenalnya sedikit pun. Jeffry mulai bisa menebak, siapa orang yang menyuruh para berandalan ini untuk mencegat mereka yang hendak melakukan perawatan untuk Alesya. "Jaga mulut kotormu! Jangan sembarangan menyebut putri Saya!" ancam Jeffry menakutkan sehingga membuat orang-orang yang mencegatnya bergidik ngeri. Namun, karena ada perintah yang harus dijalankan, mereka tidak mundur begitu saja. "Cepat! Bawa wanita cacat itu!" perintahnya mutlak pada para bawahannya. Mulutnya tetap memanggi

