KONTRAKKU DENGAN ANITA #1

2810 Words
KAMAR 201 Saat aku ketuk pintu kamar 201, tak ada jawaban dari Bu Anita, Tante Anita, Anita, terserahlah bagaimana cara aku memanggil dia. Mungkin jika dilihat dari usia lebih sopan jika aku memanggilnya KAK ANITA. "permisi... housekeeping..." Teriakku tetap profesional, khawatir ada tamu lain yang curiga. "Permisi... Room service..." Tak ada jawaban. Sebaiknya aku masuk saja, daripada aku membuang buang waktu dan ada yang melihatku. Saat aku masuk, wanita haus nafsu itu sedang terbaring di ranjang tanpa memakai pakaian apapun, hanya ada handuk hotel yang tadi sore ia pakai dan sudah dilepasnya lagi. Mungkin dia sudah mabuk berat saat merayuku tadi, dan sudah tidak tertahankan rasa kantuknya. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Melihat pemandangan seperti ini jika orang lain ada di posisiku saat ini pasti sudah tak tertahankan lagi. Tapi aku justru bingung dalam situasi ini... Perlahan kubangunkan wanita sexy ini, "Kak... Kak Anita... Maaf kak... Kak anita" Kupanggil sambil kucolek colek kakinya... Perlahan dia membuka matanya, Dia menarik tanganku... Lalu merangkul bahuku... "Eh, kamu udah dateng, aku sampe ketiduran nungguin kamu loh..." "Iya kak, maaf sudah menunggu..." Jawabku... "Iya sayang, gak apa apa, yang penting kamu udah datang. Sekarang kamu harus puasin loh! Santai aja yaaa... Gak usah malu malu, anggap aja kita udah kenal lama" Sambil bangun, ia kembali memakai handuknya, sambil mengambil botol minuman juice orange... Waw... Betul betul durian runtuh yang aku dapat malam ini... Kuperhatikan dari sorot mata, dan nada bicaranya, sepertinya Anita sudah tidak terlalu mabuk, mungkin memang sudah biasa atau memang gayanya seperti ini... "Nama kamu siapa?" Kamu kayaknya karyawan baru yah di hotel ini? Aku baru liat kamu belakangan ini" tanya anita kepadaku. "Iya kak, saya baru kerja kurang lebih sebulan yang lalu. Nama saya saya ZECH" jawabku. "Kamu gak usah takut, kamu santai aja, aku gak akan bilang ke bu susi atau siapapun kalo saat ini kamu ada di sini, di kamar aku. Ini jadi rahasia kita, jadi tanggung jawab aku..." ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Ya, panjang lebar dia jelaskan apa yang dia mau, apa yang harus aku lakukan, dan lain sebagainya... Seolah dia sedang menginterviewku sebagai karyawan barunya. Karyawan pemuas nafsu lebih tepatnya. Setelah selesai dia bicara, dia memintaku menemaninya minum sedikit. Dia sudah menyediakan beberapa botol whiskey, ada sisa tiga botol yang masih segel, dan ada satu botol yang sudah kosong. Kubuka satu botol dan kuambilkan dua gelas sloki. Kami minum sambil mengobrol diatas tempat tidur, untuk mencairkan suasana. "Kamu kok mau sih kerja bgini zech? Kamu tuh gagah loh, lumayan ganteng juga kok!" Tanya Anita kepadaku sembari menatap bahu dan wajahku dari tadi tanpa henti. "Hehe... Maunya sih aku kerja jadi direktur hotel bintang lima, kak... Tapi sayang, gak ada lowongan itu buat orang kayak aku... hehehe..." jawabku sambil menenggak sloki terakhir. "Yaudah, kamu kerja sama aku aja yaaah... Mau yaaa... Layanin aku setiap hari..." Canda rayunya sambil memeluk bagian dadaku... Sambil masih memelukku, perlahan jari jarinya yang lentik membuka satu persatu kancing baju seragamku. Wajahnya nampak penuh nafsu dan gairah melihat d**a dan perutku yang lumayan kencang dan berisi (maklum, bekas kuli). Dengan sentuhan lembut dia usap jari jemarinya di perutku, lalu menjulurkan lidahnya ke bagian dadaku. Dijilat dan sesekali dihisapnya p****g kiriku... Aaaakh... Nikmat sekali sentuhan wanita berpengalaman ini... Berbisik perlahan di telingaku... "Aku mau kamu bermain main sayang. Main Permainkan aku!" "Itu, di tas itu ada koleksi mainan aku, aku mau kamu mainin aku sepuas kamu!" Pintanya sambil menunjuk sebuah tas yang ada di meja rias. Aku bangun dan mengambil tas itu, Anita pun membuka handuknya dan memposisikan tubuhnya terlentang di tengah kasur. Kubuka tas itu, isinya mungkin hampir lengkap seperangkat alat alat atau mainan s*x yang biasa dimainkan di video video bokep bondage atau bdsm... Anita membebaskan aku memainkan apapun yang ingin aku lakukan kepadanya... Baiklah... Ku pakai topeng penutup mata, dan kubuka semua pakaianku. Aku akan berperan sebagai eksekutor... Dan Anita akan kujadikan b***k nafsuku malam ini... Sebagai pembuka, kudekati Anita dan akan kucicipi dulu tubuhnya yang indah. Aku pun berdiri diatas kasur tepat dihadapannya. Kuposisikan tubuhnya berlutut dihadapanku. Lalu ku jambak dan ku cekik lembut lehernya, sembari kunikmati mulut dan lidahnya.... "Uach.. ohh.. akh.. aaaakh... Ukh..." Kupakaikan kalung rantai anjing dilehernya, lalu kutarik dan kuarahkan mulutnya ke kontolku... Diraihnya batang kenikmatan ini, dan penuh nafsu Anita mengocok batang kontolku dengan kedua tangannya sembari menjilati dan mengulum kepala kontolku... "Aaak... Eeukh.... Oooh... Yassss..." Teriakku tak tertahankan, baru kali ini aku rasakan blowjob senikmat ini dari wanita yang memang berpengalaman... Irama kocokan tangannya di batangku senada dengan hisapan mulutnya diujung kepala kontolku, dan sesekali kurasakan jilatan lidahnya didalam mulutnya... Lanjut... Kuambil dua buah borgol yang terbuat dari bahan kulit warna hitam dengan motif bulu berwarna pink... Kuikat tangan kanannya ke kaki kanannya, dan tangan kirinya ke kaki kirinya... Lalu kuposisikan tubuhnya terlentang bersandar, otomatis kakinya mengangkang karna tertahan oleh tangannya... Kulihat dia tersenyum menatapku, seolah mengatakan kalau dia menyukai permainanku... Kuhampiri tubuhnya yang sudah tidak bisa berkutik lagi... Kucumbu penuh nafsu wajahnya yang cantik, kucium, kujilat, seluruh wajah, telinga hingga lehernya, dan sesekali kuciumi ketiaknya yg berbulu lebat itu. Kubelai tanganku dari wajahnya, hingga toketnya. Pentilnya yang lumayan besar berwarna kecoklatan kumainkan dengan perlahan hingga mengencang, kujilati dan kuhisap p****l p****l itu sembari sesekali kuremas remas toketnya. "Aaaakh... uuuukh... Zech, terus sayang!" Terlihat Anita menikmati pelayananku... Aku pun jadi semangat dan semakin bergairah... Masih kunikmati t***t dan wajahnya dengan mulut dan tangan kiriku, Lanjut kuraih memeknya dengan tangan kananku, terasa begitu tebal bulu j****t yang menyelimuti bagian atas memeknya... Kutelusuri semak belukar itu dengan jari jariku. Kubuka bibir m***k yang sudah tidak kencang itu, kuusap perlahan jari jemariku, itilnya lumayan besar, Uukh... basah, kental cairan yang keluar dari memeknya. Satu persatu kumasukkan jariku... Dan tiga jariku sudah siap bermain main didalam goa kenikmatannya... Kukorek korek setiap sudut bagian dalam memeknya, dan aku selalu fokus pada bagian atas dalam. "Aaaaaaaaaakh.. uukh... Iya sayang, terus, iya itu sayang... Ooough..." Teriaknya meminta kepadaku Masih terus kurojok m***k Anita, sembari kuarahkan mulutku ke itilnya, kujilati dan kuhisap i**l yang lumayan besar itu... "Aaaaaaaaaakh.. uukh... Iya sayang, terus, iya itu sayang... Ooough..." Teriaknya terus menerus kepadaku.... "Zech... Terus sayang, kocok! Kocok! Terus, aku mau... Eeeeeuuukkh... Aaaakh... Ooh" Crooooot... Crooooot... Crot... Anita pun jackpot kubuat... Kujilati cairan kenikmatan itu, kukumpulkan di mulutku, kemudian kuludahi dari atas tepat di mulutnya... "Aaakhh... Iyes.. ukh... Iya sayang, enak, sebentar zech, aku lemes" Tak peduli apa yang dia katakan, aku ambil botol minyak zaitun lalu ku tumpahkan ke sekujur tubuhnya... "Aaakkh... Haha... Iya sayang, lakuin apa aja yang kamu mau..." Nampaknya Anita memang menikmati apa yang aku lakukan padanya saat ini. Setelah tubuhnya penuh berlumuran minyak, kubuka kedua borgol yang membelenggu tangan dan kakinya. Lalu kuluruskan kedua tangan dan kakinya... Kini kumanjakan Anita dengan pijatan refleksi di sekujur tubuhnya, mulai dari bahu, lengan, pinggang, hingga paha dan betis... Matanya terpejam, bibirnya tersenyum, sambil sesekali desahan keluar dari mulutnya... "Eehm... Ugh... Eeakh.... Eeemm, enak" Dia benar benar menikmati pelayananku... Sambil asyik dia memainkan kedua teteknya, dia remas remas, dia pilin pilin kedua putingnya, sambil sesekali menjilati apapun yang bisa diraih lidahnya. Kini kumainkan jari jemariku di daerah selangkangannya. Masih sambil memainkan kedua teteknya, Anita membuka lebar kedua kakinya, seolah memintaku untuk mengeksplor daerah terlarang itu. Kumainkan i**l itu dengan telunjuk tangan kiriku, sembari kutelusuri bagian dalam lubang itu dengan tiga jari tangan kananku. Ooowh... Aku lupa menjelajah satu satu area terlarang. Kusentuh perlahan lubang bool Anita dengan jari tengahku, kulihat nampaknya ia tak keberatan, lalu kumasukkan jariku perlahan lahan, kukeluarkan lagi perlahan, begitu seterusnya... Kuambil vibrator merah muda panjang, kunyalakan dan kumasukkan ke memeknya... Bergantian kumasukkan vibrator silikon itu dari m***k ke bool. Sambil ku kocok itilnya yang sudah memerah... Sesekali Anita squirt lagi meski tidak banyak... "Aaaarggh... Aaaarggh... Eeeuhhg.. aakh... Uukh... Ampun... Ampun, zech... Ukh... Aaaaaarrrggghh... Akh hah hah huhft..." Dan saat kukocok kencang vibrator di memeknya sembari kumainkan itilnya, tiba tiba kedua dengkulnya bergetar hebat... Cairan putih kental dan cukup banyak meleleh dari memeknya membasahi selimut di tempat tidur yang kami jadikan alas pertempuran... Crot... Blurrrrppp... Blurp... Baiklah, kurasa cukup... Kulihat Anita begitu berkeringat, tubuhnya bergetar nampak lemas, wajahnya terlihat terengah engah kelelahan... Tp sesekali wajahnya menatapku dengan sedikit senyum puas... "Tidak secepat itu, sayang...!" Kubalikkan tubuhnya tengkurap, lalu kuangkat pinggulnya ke atas hingga posisinya kini menungging. Kuambil vibrator dildo yang ukurannya lebih besar, dengan bahan silikon berbentuk k****l hitam orang n***o, kuatur dengan volume getaran paling kuat. Kumasukkan dildo itu langsung ke memeknya, lalu kutahan dengan tangan kiriku agar tidak lepas, tidak kukocok, tapi ku tahan di dalam memeknya... "Aaaarggh... Aaaarggh... Eeeuhhg.. aakh... Uukh... Ampun... Ampun, zech... Ukh... Aaaaaarrrggghh... Akh hah hah huhft..." Tidak... Tidak akan kuberi ampun untuk saat ini. Anita belum merasakan hujaman torpedoku di dalam tubuhnya... Kuludahi lubang boolnya... Perlahan kumasukkan ujung kontolku, Lalu kuhantam kencang boolnya dengan kontolku... "...JLEEEBBB!!!" "Aaaaaarrrggghh... Zech!!! Uuugh... Akh..." Teriaknya terkejut... Kulanjutnya cebokin boolnya dengan kontolku... Kukocok maju mundur dengan berirama... "Plok... Koplok... Plok... Koplok..." Kurasakan getaran kaki Anita perlahan semakin kencang... Akupun sudah tak tahan menahan ejakulasiku... Secara bersamaan aku dan Anita Jackpot... Crooooot...!!! Crot... Crot... Blurp blurp... "Aaaaaarrrggghh...!!! Uuugh... Akh..." Aku dan Anita pun berteriak nikmat secara bersamaan... Kutembak pejuhku di dalam boolnya... Dan cukup banyak cairan krim putih kental yang keluar dari memeknya, melumuri pahanya, hingga memuntahkan dildo yang tadi ada di dalam memeknya... Seketika Anita terkulai jatuh lemas di atas tempat tidur... Dan kudengar nafasnya terengah engah... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Catatan ZECH untuk pembaca : UNTUK PRIA, semua wanita jika sudah di saat saat seperti ini biasanya emosinya tidak stabil. Entah dia sudah lemas, atau masih kuat, dia tidak akan bilang atau tidak akan jujur kalau dia puas atau tidak dengan apa yang sudah kita berikan kepadanya... Wanita cenderung lebih baik diam saja jika sudah selesai... Dan pria biasanya tidak peduli tentang itu, kebanyakan pria jika sudah selesai hasratnya, ya sudah, selesai saja... ... ... ... ... Lalu apa yang harus Pria lakukan agar wanita tetap puas atau merasa senang walaupun hasrat seksualnya belum terpenuhi? ( Jawabnya ada pada ZECH... hehehe ) ... ... ... ... UNTUK WANITA, apakah kutipan "catatan zech untuk pembaca" diatas benar? Apakah ada yang merasa seperti itu? Jika merasa benar dan seperti itu, boleh HUBUNGI KONTAK PENULIS, hehehehe... Atau boleh sampaikan di komentar, apa yang wanita rasakan dan apa yang wanita inginkan jika "sudah selesai" ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Aku pun langsung memposisikan tubuh Anita ke posisi yang lebih nyaman (terlentang). Dan aku tepat berada di samping kanannya sembari merangkul perutnya, kutatap wajahnya yang terengah-engah kelelahan sambil menatap kosong ke wajahku... Aku bangun, menuju bathroom, kuambil handuk kecil dan kubasahi dengan air hangat.. lalu aku duduk di sebelah Anita yang masih terkulai lemas. Perlahan kubersihkan wajah dan sekujur tubuhnya yang basah keringat bercampur cairan kenikmatan kami berdua... Sontak Anita melotot terdiam terheran heran melihat apa yang sedang kulakukan... Kutarik selimut yang tadi kami jadikan alas, sudah kotor dan sangat basah, beruntung tidak terlalu tembus sampai ke kasur. Lalu kuganti dengan selimut cadangan yang biasanya aku sediakan di setiap lemari kamar. Setelah selesai dengan urusan selimut, aku kembali ke bathroom menuju wastafel untuk membersihkan muka dan sebagian tubuhku. Segera kupakai baju seragamku, dan kembali ke samping Anita. "Loh, hey! Knapa kak!? Kok dari tadi bengong sih!? Masih mabuk? Apa kesurupan? Tanyaku, melihat Anita yang sedari tadi heran melihat apa yang aku lakukan setelah melakukan perbuatan j*****m bersamanya. "Ya? Eeuh, gak, gak apa apa, zech... Kamu mau pergi yah!?" Sambil memasang wajah kecewa, Anita menggenggam tanganku... "Iya kak, aku masih harus kerja. Aku juga janji mau belikan makan malam buat temanku di bawah..." Jawabku, jujur... "Iya deh, tapi nanti malem ksini lagi yaaa, please... Temenin aku... Aku mau ngomong, mau ngobrol. Mau yah!? Pintanya padaku dengan manja... Kubaringkan kembali tubuhnya yang td duduk ke atas bantal, kutarik selimut menutupi tubuhnya. Kubelai rambutnya yang indah dan halus itu, lalu ku kecup dahi dan bibirnya... "Kamu istirahat aja dulu, tidur! Kamu habis minum, trus capek ngewek. Ini udah malem, jangan kemana2, tidur aja! Ok? Kalo kerjaan aku udah santai, aku pasti kesini..." "...kamu mau makan apa? Nanti aku beliin skalian balik kesini..." "Emm, gak, gak usah, aku udah makan kok tadi sore. Itu aku td beli burger sama kentang goreng juga belum aku makan" jawabnya "Tapi yang penting kamu janji ya, balik lagi kesini! Pagi juga gak apa apa deh, aku besok check out siang kok!" Tambahnya, berharap kepadaku "Iya, janji, tadi juga aku kan udah nepatin janji dateng nemuin kamu! Yaudah, aku keluar dulu ya..." Aku pamit keluar, sembari mencium keningnya... Ya ampun, sudah jam 21.45, Dewi pasti sudah menungguku sedari tadi. Aku pun langsung lari tancap gas menuruni tangga... Saat sampai di meja receptionist, ternyata dewi sedang makan nasi goreng bungkus... "Lama amat, ngapain sih? Tidur ya diatas? Terus itu aku kontek ht kamu knapa gak jawab? Aku tlp, chat juga gak di jawab! Tuh udah aku beliin nasi goreng, takut keburu tutup abangnya, habis kamu lama!" Dewi mengomeliku sembari menyuap dan meniupi nasi goreng yang masih panas yang sedang dimakannya... Dewi cantik juga kalau sedang marah bgini, hehe Aku pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya, ku usap usap pahanya, kurangkul dari belakang pinggang dan perutnya, lalu kuciumi pundak kanannya... "Kok marah sih!? Gak liat nih aku keringetan, capek abis mondar mandir ke rooftop cek mesin air sama ambil alat alat, trus ke kamar 201 lagi, ngurusin water heater yang aku gak paham sama skali... HT lupa aku nyalain dari tadi sore ternyata, soalnya kan siang aku gak bawa HT, hp aku silent, kan gak enak kluarin hp di depan tamu kamar... Terus itu yang di kamar 201 juga judes banget, dasar tante tante bawel..." Jawabku dengan berbagai alasan, hehehe... "Oooh, itu, dia namanya BU ANITA, dia member. Dia itu temennya Bu Susi, sering nginep disini, makanya dia bikin member. Emang gitu orangnya, tapi sebenarnya baik kok" Jawab dewi menjelaskan padaku... Sembari membuka bungkus nasi goreng jatahku. Dewi tanpa sungkan dan malu menyuapiku, sembari menasehati ku "kamu itu kan di kota ini hidup sendiri, kamu harus sehat, gak boleh telat makan, nanti malah sakit, malah nyusahin orang lain yang ada!" Aku tak bisa berkata apa apa, yang ada dipikiranku, bagaimana nantinya hubunganku ini dengan dewi di depan orang-orang, terutama Asti, aku harus menjaga perasaan Asti. Mau tidak mau aku harus menjaga dan merahasiakan hubungan ini seperti hubunganku dengan Asti. Agar tidak ada yang tersakiti... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Panjang lebar aku dan Dewi bicara dari hati ke hati, bahwa hubungan ini harus kami rahasiakan. Aku beralasan kepada dewi, untuk menjaga statusnya, dan yang terpenting masalah profesionalitas kerja, khawatir aku dan dewi ada masalah dalam pekerjaan. Dewi pun ternyata sangat setuju dengan usulku untuk merahasiakan hubungan kami... Untuk merayakan persetujuan kami dengan rahasia hubungan ini, aku menarik tangan dewi, mengajaknya ke Pantry... Kuangkat tubuhnya kududukan diatas meja makan... Kucumbu penuh nafsu wajahnya yang manis hingga ke lehernya, kubuka setengah kancing baju seramnya, lalu kukeluarkan t***k indahnya, dan kusantap... "Aaaaaakh.... Akh... Ukh... Lagi zech!?" Tanya Dewi dengan senyum manisnya... Tak ku jawab, tapi langsung ku buka celananya... Dan kubaringkan tubuhnya di atas meja makan pantry. Dan kusantap sebentar memeknya yang sudah basah... Ku buka celanaku hanya sampai dengkul... Lalu kuarahkan kontolku masuk ke memeknya, dan langsung kupeluk tubuhnya di atas meja. Tanpa gaya lain, kami nikmati ronde kedua ini dengan nafsu berbalut kasih sayang... Dewi semakin terbuai dengan segala harapan yang kuberikan... Apakah yang kulakukan ini salah? Atau semua yang kulakukan wajar adanya? Setelah kami selesai, dan meneruskan pekerjaan kami masing masing, Tak terasa sekarang sudah jam 02.10 aku dan dewi pun istirahat di gudang (tepat di samping pantry). Di sini memang kami sediakan kasur lantai juga, untuk kami istirahat sambil berjaga di jam jam malam seperti ini. Dewi begitu pulas tertidur di pelukanku, sepertinya dia sangat lelah malam ini. Drrrrrrttttt... Drrrrrtttt... Drrrrrrttttt... HPku bergetar, panggilan telpon dari Anita. Dewi sudah tidur pulas, sepertinya aman jika kutinggal, aku pun ke depan lobby untuk menjawab telp Anita... "Zech... Sini lagi donk! Kamu masih sibuk yah? Aku gak bisa tidur nih, nungguin kamu, aku mau tidur sama kamu!" Aduuuh, ada ada aja... "Iya iya, ok, aku kesana sebentar lagi!" Aku pun lantas keatas ke kamar Anita... "Nah gitu donk! Sini sayang! Temenin aku!" Tanpa sungkan, aku buka seragamku, dan langsung berbaring di samping Anita... "Duh, langsung buka baju aja. Emang mau nambah lagi?" "Hehe, bukan gitu, aku kan habis kerja, takut kotor, makanya aku buka aja..." Jawabku apa adanya. "Yaudah, yuk kita tidur! Istirahat! Kamu harus istirahat! Aku takut kamu sakit, kecapean habis minum" Aku merangkulnya di dalam selimut. Sebelum kami pulas, kami berbincang sejenak, bersenda gurau, bertukar cerita, dan saling mengenal satu sama lain. Hingga akhirnya kami pun tertidur... Kontrak dan Kesepakatan apa yang dibuat oleh Anita dan Zech? ( BERSAMBUNG... )
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD