MALAM MINGGUKU DENGAN BU SUSI #3

1209 Words
Jam sudah menunjukkan pukul 18.20 Semua pekerjaan rutin sudah selesai kukerjakan sejak sore tadi, setelah aku selesai mengerjakan kamar 304. Hehehe. Sekarang aku sedang santai dengan secangkir kopi paitku. Tiba - tiba dari arah tangga kudengar suara tangisan terisak isak diiringi derap langkah kaki perlahan, gadis muda yang kukerjai tadi berjalan menuruni tangga sambil menangis menutup mulutnya, sembari menyeret tasnya. Pikiranku merasa bingung dengan perasaan yang berbeda beda setelah melihat gadis itu, seolah dua perasaan bersaing satu sama lain dalam hatiku, seperti pertempuran hati. Gadis itu menghampiriku dari depan meja receptionist, sambil menangis tersedu-sedu ia bertanya, "Mas, bapak yang tadi bareng saya, udah pulang duluan?" Tanya gadis itu dengan wajah memelas, seolah memohon pertolongan kepadaku. Jujur disisi seperti ini aku iba, aku tak pernah tega jika melihat seorang wanita menangis sampai seperti ini... "Udah tadi sore, mbak! Tadi bapaknya titip pesan sama saya, untuk pesankan taxi untuk mbaknya! Saya pesankan ya mbak!?" "Gak usah mas... Saya sudah pesan ojek online, sudah nunggu di depan... Makasih ya mas..." Perlahan gadis itu pun keluar. Disisi lain hatiku tak kuasa menahan hasrat birahiku saat ada kesempatan seperti kejadian tadi sore. Ditambah aku seperti merasa puas dengan perbuatan yang kulakukan tadi, seolah aku memberi pelajaran kepada gadis itu. Apa yang sudah kamu lakukan, maka kamu harus menanggung segala resikonya. Dan jika kamu sudah memulai, maka itu yang harus kamu jalani, lakukan atau akhiri. Hemmm... "Zech!" Terkejut aku, tiba tiba bu susi memanggil sambil menepuk pundakku dari belakang. "Duh! Bikin kaget aja sih bu!" "Yeeeeh! Lagian ngelamun aja! Bikinin saya kopi!" Kembali melangkah ke ruangnya, bu susi melirik mataku sambil tersenyum. Akupun segera membuatnya kopi di pantry. Kemudian, saat aku masuk ke dalam ruangannya, kulihat Bu Susi sedang duduk di sofa sambil melihat ke arah laptop yang di taruh di meja kopi. Kenapa bu susi tidak kerja di mejanya? Kenapa malah di sofa? Anehnya lagi ia tidak menggunakan blazernya, hanya menggunakan tanktopnya yang berwarna biru muda, terlihat jelas dua buah p****l besar kencang menonjol di dua toketnya yang besar. Bu susi tidak menggunakan BH ternyata, sontak kontolku pun mengamuk meronta ronta, membesar dan tegang secara tiba tiba. Saat ku taruh kopi yang dipesannya di atas meja, tanpa sengaja aku melirik ke arah laptopnya, ternyata bu susi sedang menonton video bokep JAV atau japan adult video. Bu Susi melirik ke arahku sambil menggigit bibirnya. Aku pun sekejap menatap matanya sehingga kami saling bertatap mata. Bu susi menepak nepak sofa dengan pelan sambil berbisik, "sini! Duduk!" Aku tak tahu, aku hanya terdiam menatapnya. Jujur, aku tau, ini sebuah kode, naluri binatang buasku ingin sekali menerkam mangsa yang sudah menawarkan dirinya ini. Tapi disisi lain aku tak berani, karna bagaimanapun dia adalah atasanku, dan aku orang baru disini, dan aku punya hubungan khusus pula dengan keponakannya. Tapi aku sungguh tak bisa berbuat apa apa jika dalam posisi seperti ini. Tiba-tiba Bu Susi memegang tanganku, dan menarikku dengan perlahan untuk duduk di sisinya. Jika sudah begini, aku hanya bisa merelakan tubuhku hanyut terbawa derasnya arus sungai. Aku pun duduk di samping kirinya. Tangan kiri bu susi merangkul pinggangku, dan tangan kanannya memegang kedua tanganku diatas pangkuanku. "Daripada kamu bengong, mending disini temenin saya nonton zech!" Ucapnya sambil tetap menatap ke arah layar laptop. Dalam adegan yang ditontonnya, seorang wanita setengah tua sedang melakukan blowjob pada pria yang masih muda. Seketika tangan kanan bu susi melepaskan genggamannya dari tanganku, dia membuka kancing dan resleting celanaku. Dibuka dan ditariknya ke bawah celana dalamku. Dan langsung mencuat keluar seekor ular kadut dari sarangnya. Terlihat wajah sumringah bu susi saat melihat kontolku. Lalu tanpa pikir panjang ia langsung menggenggam batang kontolku, perlahan diusapnya ke atas dan ke bawah, dengan wajahnya yang cantik menatap ke arahku sambil tersenyum senyum. Lalu langsung saja mulutnya yang seksi menerkam bibirku, bagaikan binatang buas yang kelaparan, bu susi melumat seluruh bibirku dengan penuh nafsu sambil terus mengusap usap kontolku yang sudah basah dengan a******i. Kami saling bertukar ludah di dalam mulut kami yang masih kontak fisik. Saat air ludah sudah penuh di dalam mulutnya, dilepasnya mulutku, dan dibuang semua ludah itu ke tangannya untuk dilumuri ke seluruh batang kontolku. Dikocoknya batang kontolku perlahan demi perlahan, sambil dikulum dan dihisapnya kepala kontolku... Aaaakh... Nikmat sekali permainan mulutnya pada kontolku... Lalu dibukanya celana dan seragamku. Aku pun kini telanjang bulat dibuatnya. Bu susi perlahan menggeser dan menjauhkan meja kopi dari kami, lalu mendorong tubuhku untuk merebahkan diri di sofa, Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan, aku pasrah saja, yang penting enak.... Lanjut dia kembali memanjakan kontolku dengan tangan kanannya dan mengusap usap kepalaku dengan tangan kirinya. "Saya lagi butuh! Saya gak tahu harus kemana, zech! Tolong saya, kamu harus ngerti gimana perasaan saya! Saya lihat kamu orangnya baik! Saya yakin kamu bisa jaga saya, paling tidak bisa menjaga ini, dan mengerti saya..." Ucapnya sambil menjilati kedua pentilku. Aku hanya bisa mengedipkan mataku yang terpaku menatap kecantikan wajahnya. Darahku mulai memanas, aku pun bangun dari sofa, lalu kubuka tanktop bu susi, kini bu susi kududukkan di atas sofa, aku pun duduk di samping kanannya sambil menjamah t***t kirinya dengan tangan kananku. Kuhisap dan kujilati p****l itu dengan penuh nafsu... Oooh... Enak sekali pentilnya! Begitu kenyal saat kugigit gigit kecil... "Aaaaaarrrggghh... Ukh... Iya zech, enak" Teriaknya sambil membelai belai rambutku. Kubuka rok dan celana dalam bu susi, memeknya sudah basah berlendir... Langsung saja kunikmati m***k dengan sedikit j****t itu dengan lidahku, kubuka bibir memeknya dengan dua jariku, lalu kujilati i**l imutnya sembari sesekali kukenyot kenyot dengan bibirku... Uuukkh... Bu susi mungkin sering melakukan perawatan v****a, memeknya bgitu wangi jamu, tidak seperti m***k lainnya yang berbau seperti ikan asin basah, apek, anyep... "Iya, terus sayang... Uuuuuggghhht... Jari zech! Jarimu!... Ugh..." Ia memintaku untuk merojok rojok memeknya dengan jariku, langsung saja kumasukkan dua jari andalanku. Kumasukkan hingga mentok pangkal jariku, dan kumainkan dinding v****a dalam bagian atas, biasanya memang disini pusat g-spot para wanita. "Zech, ampun sayang... Aaakkh... Ukh... Aku keluar, aku keluar... Uuuuuggghhht..." "Crooooot... Crooot... Blurrrrppp..." Akhirnya, JACKPOT... Bu susi squirting, muncrat, memuntahkan cairan kenikmatan tepat di mukaku... Dan ditutup dengan lubernya cairan putih kental yang lumayan banyak melumuri memeknya hingga ke sofa... Kakinya terus bergetar tanpa henti, Ekspresi wajahnya nampak kelelahan bagaikan habis kusiksa, siksa kenikmatan yang selalu di idamkan stiap wanita... Tak ku beri ampun, dengan tubuh yang sudah lemas terkapar di atas sofa, Bu susi langsung saja kutindih. Kupeluk tubuhnya sembari kumasukkan batang kontolku ke memeknya. JLEEEBBB... "Aaaaaarrrggghh..." Teriaknya kaget saat kumasukkan kontolku yang sudah mengeras. Mungkin sudah lama sejak suaminya tiada m***k ini tak pernah disinggahi k****l lagi. Sampai sampai ekspresinya bagaikan gadis yang baru kehilangan keperawanannya... Plok... Oplok oplok... Oplok... Koplok...! Ku pompa maju mundur terus menerus m***k ini tanpa henti dengan kecepatan penuh... Entah sudah berapa kali memeknya memuncratkan cairan squirt saat kupompa dengan kontolku, yang jelas sofa sudah basah dan licin. Teriakkan bu susi pun cukup kencang dan bisa tenang, mungkin sudah lama sekali bu susi tidak pernah disentuh oleh laki laki seperti ini... Tak tertahankan lagi, aku pun mau selesai... Kupeluk erat tubuhnya, ku jamah mulutnya yang berisik itu dengan mulutku sambil kumainkan lidahku dengan lidahnya. Kuremas dengan kuat toketnya... Dan..... Crooooot... Crot... Crooooot... Kumuntahkan pejuhku didalam ujung memeknya dengan hantaman kontolku hingga mentok... "Aaaaaarrrggghh... Ugh... Agh... Agh... Huuu huu... Haaaah..." Desahnya begitu merdu ditelingaku, seolah membangkitkan kebahagiaan dalam diriku... (BERSAMBUNG...)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD