Chapter 9

1110 Words

Gemerisik suara air mulai memberikan cercaannya. Angin-angin memberikan sebuah sambutan di pagi hari dengan ketukan jendela. Hujan, memberikan warna pagi ini dengan suara lenguh Shi Xia yang merenggangkan otot-ototnya ketika kedua matanya terbuka. Baju tidurnya sudah acak-acakan tidak karuan dibarengi dengan rambut yang acak-acakan. Tok..tok..tok Ketukan pintu. Shi Xia melenguh ketika mendengar ketukan pintu, ia tahu jika suara hujan menghiasi balkon kamarnya. Mulutnya menguap dengan tubuh yang melemas, "Iya-iya tunggu! Baru bangun ini." Shi Xia membuka pintu dengan mendapati tidak ada orang didepan kamarnya, "Bi ijum demen deh bikin bercanda orang! Ngeselin!" Ketusnya nada bawelan dibarengi dengan menggaruk-garukkan rambut. "Dorrr! Ha ha," teriak Huang Li dengan ekspresi menepuk p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD