Tangis Shi Xia memecah di ruangan kamar. Ia tahu pasti ibunya begitu sedih melihat dirinya jika menangis. Shi Xia harus melupakan Andrea Drexler. "Dasar bodoh! Kenapa gue begitu bodoh sudah baper sama pria itu! Kau bodoh Shi! Gue bodoh! Bodoh! Saking bodohnya sekarang kau bawa perasaan." Umpatan kekesalan Shi Xia memecah di gumaman batin kecilnya. Ia begitu polos akan cinta. Padahal, Shi Xia selalu membuat karya akan romansa percintaan yang indah. Entah kenapa percintaan dirinya selalu gagal. "Ah please god!" Gerutuannya sambil memanyunkan bibir kecil nan manis disana. Shi Xia bermata sembab. Menangis pasrah dengan beberapa kekesalan. Ia menginginkan Andrea Drexler menjadi miliknya. Jam demi jam, menit demi menit berlalu hanya ada suara detak jam yang berdetak di ruangan kamar. Beberapa

