Brakk.. Suara koper-koper berada di teras rumah. Huang Li sudah membawa dua koper dari bagasi mobil miliknya. "Shi, kok isinya cuma sedikit? memangnya kamu enggak beli perabotan?" tanya Meriana memasuki rumah dengan menutup hidung. Shi Xia menarik jari telunjuknya mendapati sapuan debu, "Enggak sempet mam. Ga papa kan enggak masalah kalau kita disini dulu?" Shi Xia kembali berjalan memasuki rumah. Begitu pengap dan berbeda jauh dengan rumah mewah yang ia tinggali di kawasan Cibubur RealEstate. "Yang seharusnya nanya itu mami ke kamu Shi bukan kamu ke mami," Meriana menarik semua kain putih dan mengibaskannya dengan beberapa debu yang menempel. Huang Li membawa seluruh tas-tas dan koper dari bagasi mobil miliknya. Terlihat banyak sekali keringat mengalir dari wajahnya dan kaosnya

