Meriana duduk dengan perasaan pasrah. Meriana tahu bahwa Huang Li memiliki perasaan terhadap Shi Xia. Sayangnya rasa itu tidak di izinkan oleh Meriana sebagai seorang ibu. Huang Li beragama Kristiani sedangkan Shi Xia beragama islam. Bagaimanapun, Meriana sudah melakukan keputusan terbaik sebagai seorang ibu. "Tidak apa-apa Li," jawab Meriana dengan suara payau disana. Huang Li hanya menunduk. Dirinya tahu jika perusahaan milik keluarga Shi Xia mengalami penurunan. Saham turun perhari ini. "Ge, gimana dong ge? Ke rumah gue aja deh ge tapi rumahnya jelek ge," ujar Shi Xia dengan tangisan yang tidak berhenti dibelakang Huang Li. Huang Li beranjak dan menarik lengan Shi Xia beberapa meter dari Meriana yang duduk dengan lemas. "Sini ikut gue. Dengerin gue ya Shi! mau lo itu kaya gimana

