'Prov Iraz"
Tibalah hari ini sabtu malam Minggu, pembukaan Cafe Banana, Abang Tony pendiri sekaligus pemegang saham di cafe tersebut.
"Yuk sudah siap yah semua" ajak ku pada teman-teman
"Tenang okeh, tampilkan yang terbaik" timpal ibal sambil mengacuhkan jempolnya.
"Iya pasti sob, gw bakal tebar pesona" Dendi sambil mengedipkan matanya.
"Hahaha .... belagu Lo ah, emang yang kemarin masih kurang?" ibal sambil geleng-geleng kepala.
"Kan bagi dua sama Angga hahaha..!"
jawab Dendi sambil menyenggol pundak angga.
"Rese Lo,," Angga melirik sinis ke Dendi.
"Udah-udah bercandanya, Lets go..." ajak ibal sambil merangkul kami bertiga.
Tiba disana pengunjung sudah ramai menempati kursi yang tersedia, sepertinya aku melihat dia seseorang yang sudah seminggu ini membayangi ku. tapi tidak mungkin hanya khayalan ku saja,,
Saat kami maju ke atas panggung kami mendengar mereka meneriaki nama kami, dan band kami *STAR LIGHT*
itu sudah biasa bagi kami seperti Setrum listrik yang membuat band kami semangat.
mata ku liar menjelajah para pengunjung cafe ini, dan tiba-tiba saja mulut ini berhenti sejenak,,,
mata ku menangkap seseorang yang selalu aku pikirkan, dia nyata ternyata di hadir disini, mata kami saling memandang, seketika ada rasa bahagia di hati.
aku semakin semangat untuk menyanyikan lagu ini untuknya,,
"Semua yang kau lakukan is Magic..
smua yang kau berikan is magic..
Bagiku kau yang terindah"
Selesai juga kami menyanyikan lagu itu, tapi kenapa agak sakit hati ini, ketika dia membuang muka, saat aku menatapnya.
"Kerennn penampilan kalian sungguh Luar Biasa.." puji kak Tony dan sahabatnya.
"Vokalisnya semangat sekali bawain lagu terakhir, kayak orang lagi Jatuh cinta aja Lo ras..." tunjuk Angga
"Bhaha...... kelamaan Jomblo dia" Dendi menimpali
"Iraz mah jual mahal aja, ya ngak ras.. cewek yang ngebet mah banyak" kali ini bang Tony membela ku
"Hahaaaa iya bang..... hati gw cuma satu soalnya bang, ngak kayak Angga sama Dendi" kami tertawa sampai pegal sambil menyantap menu makanan di cafe ini yang ternyata enak, ngak kalah dengan resto bintang lima.
Setelah perform kami mengikuti games yang kak Tony buat.
awalnya aku malas karena ajakan anak-anak dan....."
"Ayoo Raz...." ajak Ibal menarik tangan ku
"iya ras buat rame-rame aja, kasian kan kak Tony dah mempersiapkan moments ini" Dendi merangkul ku sekarang.
"Ogah ah bel, gw jadi penonton aja" aku terhenti saat melihat gadis itu sudah naik ke atas panggung.
"Ehh Raz mau kemana..." teriak Angga di belakang ku
"Maju lah keatas" setengah berlari aku menaiki panggung itu
"lah ini anak katanya ngak mau,,," ibal dan yang lainya berlari menyusul ku
Sayangnya aku tidak tanya dlu pada bang Tony strategi permainannya, ada rasa kecewa aku tidak satu team dengan nya...
kulihat Ibal dan Kak Gilang menatap gadis itu lekat, ah rasa apa ini rasanya perih sekali, apa aku cemburu atau hanya perasaan ku saja, padahal di team nya ada Anita si primadona kampus.
Aku tidak terlalu fokus pada tim ku, karena semua wanita di tim kami hanya menggoda dan mencuri pandangan tak enak kepada ku.
sorak-sorak penonton menyemangati kami, sampai suatu insiden yang terjadi pada tim 3, aku melihat gadis itu jatuh, tertimpa temannya, dan hampir seluruh pakaiannya terkena pecahan telur, karena ikut panik aku pun meninggalkan permainan kami, dan berlari ke arah kejadian,
gadis satu lagi menahan sakit, sambil menangis,,
dan gadis yang satunya berdiri, wajahnya pucat, aku membuka jaket ku untuk menutupi bajunya yang basah, aku bawa dia ke taman belakang cafe.
Perasaan apa ini jantungku berdetak hebat, sungguh aku hampir tidak bisa mengendalikannya...
aroma tubuhnya, wangi rambutnya, badan mungilnya menempel pada tubuh ku.
yang Aku Tau Kaulah Jawabnya.
Lumayan juga aku berjalan, melewati lorong dan taman area kampus sengaja aku melambatkan langkah kaki ku ini, sambil berfikir kalimat apa yang harus ku ucapkan saat bertemu dengan dia.
Kalian tau kan, ketemu jarak jauh saja dah bikin jantung ku bergetar gimana jarak seperti semalam...
Tarik nafas aku harus mengontrol perasaanku, aku harus terbiasa, agar tidak kecewa lebih dalam lagi dan lagi.
'Prov Kenya"
Akhirnya sampai di parkiran Fakultas Hukum, aku ragu untuk melangkahkan kaki ku,, aku takut dia lupa atau tidak mau bertemu dengan ku.
"Tintin..........." suara klakson mobil dari samping ku.
"Astagfirullah...." aku melonjak kaget sambil berteriak.
"Haiii gadis semalam cari siapa?" muka pria itu keluar dari samping jendela kemudinya.
'Iraz....' belum juga jantung ini selesai berdetak, karena dibuat kaget tadi, ini malah bertambah iramanya, oh Tuhan.
'tungu-tunggu gadis semalam tudingnya' ngak salah denger kan aku.
"Ah kamu pria semalam kan" balasku sambil mengejeknya
ku lihat dia keluar dari mobilnya menghampiri ku, ya Tuhan bantu aku menghadapinya. Please, makin kencang genggamanku pada tali paper bag.
"Kan semalam aku sudah bilang nama ku Iraz, dan kenapa kamu.." sambil menunjuk mukaku "tidak me..nunggu Ku"
"Ah... itu maaf saya buru-buru"
"Ngak usah terlalu formal, kamu Kenya kan?" sambil tersenyum mengulurkan tangan nya kepada ku.
"Ahh.. iya nama saya Kenya" dari mana dia tau nama aku, apa dia mengenali aku? aku hanya mengangguk dan tidak menyambut tangannya, karena aku takut dia tau perasaan ku, tanganku saat ini sangat dingin karena gugup.
"Kamu dari Fakultas mana?" tanya sambil sesekali melirik ke arah ku.
"Fakultas Kesehatan, Jurusan keperawatan" jawab ku cepat
"Oh..."
"Ehmm Iraz... ini jaket nya, sebelumnya terima kasih semalam telah menolongku" ku ulurkan paper bag ke arahnya.
"Ahh iya sama-sama Kenya,, dah di cuci kan ini?" sambil membuka paper bag dan mencium jaketnya
"Yahh sudah dong, ini cium aja"
"Ehh beneran nih, sini aku cium..." dia mendekati ku, dan memajukan mulutnya.
"Ihhh apaan sih, ngak lucu tau..." aku memalingkan wajahku karena pasti sudah memerah.
"Haahaaa....katanya tadi suruh cium" candanya mencairkan suasana hatiku.
"Ihh... maksud aku jaketnya" aku menunjuk jaket tersebut.
"Ohhh iya kamu yang cuci sendiri?" sambil menerima paper bag dari ku.
"Ehh... iya sorry, mau laundry tapi malam-malam begitu mana ada yang buka" aku menundukkan kepala ku
"Aku suka baunya,, bau ini mengingatkan seseorang, makasih ya" sambil mencium jaket tersebut, lalu memakainya menutupi separuh tubuh yang indah.
"Alhamdulillah kalo berkenan" aku melongo, ngak mau lama-lama berada di dekatnya.
"Ehmm aku permisi dulu raz,, maaf mengganggu" aku memaksakan mulut ini untuk tersenyum.
"Ehh, tunggu makasih yah" iraz menahan langkahku.
lagi-lagi aku hanya mengangguk pelan.
"Jam segini apa kamu sudah mau pulang?"
"Ah... belum, aku ada tugas yang harus selesai sore ini juga, aku harus ke perpustakaan untuk cari refrensi"
sambil menggeleng, aku jawab dengan terburu-buru.
"Ahh iya mungkin lain kali, kita bisa ngobrol lagi" ihhh apa sih maksudnya 'itu kode' ahh ngak mungkin, aku salah denger kali.
"Permisi,... assalamualaikum" aku segera berlalu dari nya, hati ini sungguh tak karuan.
"Walaikum salam" ku netralkan denyut jantungku, sambil berjalan ke perpustakaan entahlah padahal hanya 5-7 menit pertemuan itu kenapa terasa satu jam yah.
'Ternyata dia tidak sedingin yang ku bayangkan, dia ramah sama seperti dulu, kadang suka ngeselin juga seperti tadi' loh aku kok senyum-senyum sendiri.
'Duhh sadar diri dong Kenya, Lo tuh siapa ngak mungkin kan dia suka sama gadis biasa kayak Lo' batin ku merana.