Bang Tony dan Anita

1002 Words
Keesokan harinya aku bangun dari tidur ku, kepala ku rasanya berat sekali hanya untuk sekedar membuka mata, aku berharap aku apa yang aku lalui kemari-kemarin hanya mimpi saja, tapi tidak ini nyata dan aku tidak bisa menolaknya apa yang sudah menjadi takdir Nya. "Tok.. tok.. tok..!" suara pintu ku "Den... den Iraz makanan sudah siap den, mau makan di bawah atau bibi antar ke atas" terdengar suara bi Asih dari balik pintu. "Saya ke bawah saja bi tunggu sebentar" Jawab ku "Iya den" Suara anak tangga, sepertinya bibi sudah turun ke dapur. Aku membersihkan diri dulu sebelum turun ke bawah untuk sarapan, setelah mandi aku makan di temani oleh bi asih dan mang ujang supir papi yang merangkap jadi petugas keamanan di rumah, walaupun mereka berbeda bangku mereka makan di bangku dapur. Kangen juga sama mami dan papi, sudah sebulan ini mereka sibuk dengan pembukaan kantor cabang perusahaan papi yang berada di Singapore. "Den mau bawa mobil sendiri atau Mang ujang anter?" tanya mang Ujang menghampiri ku "Bawa sendiri aja mang, mang Ujang biar servis mobil papi yah katanya seminggu lagi papi mami mau pulang" tukas ku "Iya den, di bengkel biasa kan" tanya mang ujang "Iya mang ini uangnya yah mang, jangan lupa minta bon nya mang" Aku menoleh mengingatkan "Asiap Den..." mang ujang mengambil uangnya dan mengacungkan jempol pada ku. Ku parkir mobil dan berjalan ke arah Fakultas Hukum tidak terlalu jauh karena letak gedungnya di depan setelah Fakultas ilmu Kesehatan. Tiba-tiba langkahku terhenti, gadis itu dia duduk di bangku taman depan kampusku, entah apa yang dia lakukan di sini, sebelumnya aku tidak pernah melihatnya di sekitar fakultas Hukum, ohh tidak ini semua bukan mimpi kan Tuhan. Aku mulai mendekatinya benar bertapa cantik parasnya, hidung mancung, mata hitam dgn bulu mata yg lentik, yang membuatku merasakan sesuatu di dadaku, yang berbeda dari sebelumnya saat aku bertemu dengan beberapa wanita yang pernah aku temui, seperti ada desiran lain, aku ingin minta maaf secara langsung padanya, tapi semakin aku mendekat semakin kencang gemuruh pada d**a ku ini. Akan tetapi belum sampai langkahku menuju tempatnya tiba-tiba Anita memanggilku, "Anita Soesilo Diningrat" teman dekat ku di kampus yang sudah sudah ku anggap seperti adik ku sendiri, pertama kali bertemu dia sudah dekat dengan ku mungkin karena orang tua kami juga berteman, ayahnya menitipkan Anita kepada ku selama beliau dinas jauh dari nya, dia anak dari seorang Kedubes ayahnya memang suka tugas di berbagai belahan dunia sudah seminggu Anita tidak masuk kuliah dia mengambil cuti untuk mengunjungi orang tuanya yang sekarang sedang menetap di Belanda. Karena senangnya sampai lupa aku dengan gadis bermata hitam itu, seketika aku menengok ke tempat gadis itu duduk, tapi bangku itu sudah kosong, mejanya pun sudah rapi. Ya Tuhan aku kehilangan dia lagi, siapa Nama mu aku harap kita bertemu lagi. Sebenarnya aku ingin mencarinya, pasti dia belum jauh dari sini, akan tapi tangan Anita yang seperti nya tidak mau melepaskan ku, dan aku juga belum siap untuk memberitahunya tentang wanita yang ku lihat tadi. Setelah pelajaran usai, kami tiba di kantin kampus, dengan malas aku men "Kring..kring..." hp ku berdering "Iya bang" bang tony "Lo dimana?" tanyanya "Di kantin bang kenapa?" tanya ku pada suara di sebrang sana "Ini gw kebetulan di depan kampus Lo, gw kesitu sekarang yah" jawabnya "Iya bang" kepala ku sambil mengangguk-angguk, lalu ku matikan ponsel ku "Siapa?" tanya Anita sambil mengangkat alisnya "Bang Tony nit, katanya mo kesini" jawab ku jujur "Ngapain sih dia kesini?" tanyanya sedikit bernada kesal "Ngak tau Nita" Aku mengangkat kedua bahu ku "Kamu ngak bilang kan aku disini" tanyanya "Ngak Nit, emang kena..?" belum aku melanjutkan perkataan ku Nita langsung memeluk dan pergi meninggalkan ku "Makasih makan siangnya aku pergi dulu" dia sedikit berlari dan melambaikan tangan padaku. Bang Tony adalah sepupu ku dari Papi, dia alumnus universitas ini hanya beda jurusan dia mengambil Ekonomi Bisnis dan siang ini kesini hanya untuk mencari ku katanya mau minta bantuan sedikit, yah memang kami tidak terlalu dekat tapi karena ada ikatan keluarga aku jadi tidak bisa menolak permintaannya. "Raz..." panggil bang Tony "Em-eh sudah sampai bang" sahut ku malas "Habis makan sama siapa?" tanyanya setelah dia melihat ada dua piring diatas meja ku. "Anita bang.." jawabku jujur "Ohh... terus kemana dia?" sambil celingukan ke semua arah. "Dah kabur bang habis aku bilang Abang mau kesini, emang ada apa sih bang sama anita" Aku unjuk gigi, dia terdiam tapi aku bisa baca sepertinya ada sesuatu antara bang Tony dengan Anita. "Nanti satu kampus juga tau, tinggal nunggu aja waktunya" jawab bang Tony santai sambil menunjukan senyum menyebalkan itu "Ya udah ras, gampang lah itu, ada yang mau aku omongin, gw mau minta tolong ras sama Lo" dia menggeser bangku duduknya kearah ku "Iya bang kenapa?" ku tenggorokan kepala ku ke arahnya. "Besok Sabtu ada acara ngak?" tanyanya "Ngak ada bang, emang kenapa?" jawab ku cepat "Bantuin Abang yah, Besok pembukaan Cafe Banana, Abang pengen band Lo tampil di acara tersebut, biar hemat pengeluaran sekaligus promosikan band Lo ras" gimana mau gak ?" tanya bang Tony sambil melipat tangannya "Tuh kan pasti ada maunya deh, bayarannya ada donk bang, kan gw ngak enak sama yang lain" sambil melempar pandangan ke belakang. "Iya pastilah, nanti adalah sedikit bayaran nya, gimana ras mau yah?" seraya mendekati ku, dan aku hanya bisa mengangguk "Nah gitu donk bang simbiosis Mutualisme, deal yah bang band gw harus di bayar!" Ku acungkan kepalan kepadanya dan tangannya di silangkan ke tangan ku. "OK DEAL..." tukas nya Aku segera memberitahukan tentang rencana manggung besok pada anggota band ku, dan syukur lah mereka sedang tidak ada acara juga, aku juga mengatakan ada sedikit bayaran yang akan kita terima dari acara tersebut, setelah aku mengatakan perihal itu mereka jadi semangat untuk latihan, dan rencananya kami akan memainkan tiga buah lagu pada acara besok, satu lagu yang kami ciptakan dua lagu lagi aransemen dari band lain. Jadi hari ini kami akan berlatih untuk perform besok karena takut mengecewakan bang Tony, dan kami telah sepakat untuk memberikan penampilan yang terbaik, sekalian mempromosikan singel baru kami.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD