IS Magic

1247 Words
"Dia yang selama ini aku tunggu, pria yang selama ini menguasai separuh hati ku" guman ku sendiri dalam hati. Dia laki-laki yang sudah 12 tahun lama nya tidak ku lihat, kamu tidak banyak berubah tetap tampan di mataku, pemilik mata hitam legam itu ternyata telah tumbuh jauh lebih tinggi dari pada yang ku kira, aku sangat merindukanmu Iras, Sangat sangat rindu...!! "Semua yang kau lakukan is Magic.. Smua yang kau berikan is magic.. Smua yang kau lakukan is Magic.. Smua yang kau berikan is magic.. Bagiku kau yang terindah" Entah sudah berapa lama aku melamun, satu lagu lagi sepertinya sudah selesai mereka mainkan. "Eehhmm... Lagu itu saya tunjukan kepada seseorang yang belakangan ini ada di pikiran dan hati saya" Iras matanya seperti berkedip ke arah ku, arrcchh apa aku sedang halu. "Vic cubit gw" titah aku pada Vicka yg dengan binggung mencubit ku. "Aaauuuww sakiittt..." aku meringisss "Ya Lo aneh minta di cubit segala, kenapa ngantuk." Tanya Vicka "Ahhh iya sedikit" Aah aku terpaksa bohong padanya. "Yoo Yoo yoo 3 buah lagu sudah menjadi pembuka di peresmian cafe kami" tukas kak Tony "Aarrcchhh lagi-lagi-lagi-lagi" teriakan para hadirin sekaligus idola band ini seperti nya, membuat aku mual rasanya mustahil kalau aku berharap Iras akan ingat padaku, apalagi menyukai ku. "Oke acara selanjutnya, saya punya permainan dan tentu saja ada hadiahnya" suaranya sambil berbisik. "Hadiah satu buah Handphone model terbaru, bagaimana apa ada yang mau ikut bergabung" pemilik Cafe itu antusias. "Mau mau...mau kak.." Perasaan yang datang dari kalangan orang berada deh, kenapa masih berebutan itu hadiah yah. "Key ayooo donk kita ikutan" ajak Vicka. "Ehmm boleh.." tadinya aku berharap sainganku sedikit, karena dari awal aku niat mau ikut, lumayan bisa aku jual lg HP nya buat tambahan bayar ujian praktek bulan depan. "Tyass ayooo...! loh kemana dia" aku bertanya pada Vicka. "Noh, udah di depan nggak sopan ninggalin kita tuh anak" sambil menunjuk Tyas yang sudah berdiri diatas panggung. "Bhaaa..haaa.haaa gercep bgt" aku tertawa geli liat Tyas mengulurkan lidah pada kami. "Cihhh.. awas aja pulang gw tinggal nanti" Ancam vic sambil membuang muka, karena takut salah bicara aku hanya menahan tawa ku. Di panggung sudah ada kurang lebih 20 orang lebih dominan wanita seperti nya. "Luar biasa antusias hadirin disini, saya berterima kasih untuk kalian" Kak Tony bertepuk tangan. "Oke sudah siap bermain seperti nya Permainan kita simple TELUR KESEIMBANGAN kami semua mendengarkan si pemilik cafe tampan tersebut menjelaskan tata cara permainannya "Kita berebutan kursi yah kali ini, yang cepat dialah yang akan mendapatkan kursi itu" sambil menunjuk beberapa kursi disana "Karena peminatnya banyak maka akan di seleksi dulu per team yah" apaa team, iya juga sih yang ikut banyak. "tunggu-tunggu nggak salah liat gw itu kenapa personil band starlight ikutan yah?" Aku menggeleng sambil mengucek mata mungkin aja pengelihatan ku yang salah. "Ya Tuhan bener mereka berempat ikutan" suara ku dalam hati, ihh jadi pengen balik pulang deh gw. "Okeh 5 Orang untuk 1 team, kita berhitung yah 1 sampai dengan 4, dan akan di ulangi lagi dari awal" Jadi ada 4 team yang akan bertanding. kami di pilih berdasarkan urutan nomor aku nomor 3, Vicka 4 dan Tyas 5 kami terpisah, jadi tambah deg-deg an ternya team ku bareng sama kak Dendi, kak Gilang, Tari anak komunikasi dan satu wanita cantik rambut sebahu...' "Hai gw Yenita panggil aja Nita" sapa wanita cantik itu mengulurkan tangannya pada ku. "Aku Kenya" sambil tersenyum ku jabat tangannya, lembut sekali bagaikan kulit bayi. "Kenya nama yg unik, gw Dendi" dia hanya mengedipkan mata tp hampir copot nih jantung. "Gw tari yah" tiba-tiba tari nongol diantara kami karena badanya yang mungil kami hampir melupakan dia. "Gilang" iya udah pada kenal kali kak. Seperti nya kak Iras satu team sama Vicka, ah sudahlah fokus dulu sama Hadiahnya. Suasana makin ramai rasanya... suara-suara sorak-sorai makin mewarnai kegiatan malam ini. semakin malam bukan semakin dingin tapi aku merasa gerah karena harus menahan rasa ini ketika ku lihat Iras melirik ke arah wanita wanita cantik itu, wanita yang ku lihat di taman Minggu lalu dan sekarang ada tepat di sebelahku. Ada perasaan sakit seketika rasanya "Sabar key Lo harus terbiasa semangat!" Permainan awal di mulai dalam satu tim ada tampah kecil tali dan dua buah telur yang di siapkan panitia. kita hanya di suruh menyeberangkan dua buah telur itu dengan selamat ke piring yang berada di ujung panggung, dan waktu tercepat yang akan maju ke babak berikutnya. "Wow wow wow otak ku mulai bekerja" tukas kak Gilang mengajak kami semua untuk mendekat dan berkata lagi "Ayo kita lakukan tim kita pasti menang!" "Iya lah tim 3 pasti tercepat" tiba-tiba Dendi berkata sambil memajukan tangannya "Bersiap okeh!" kak Gilang memberikan aba-aba untuk mengulurkan tangan, dan kami semua mengikutinya "Priiiiiittttt….........!!" kak Doni meniupkan pluitnya tandanya permainan siap di mulai "Satu.. Dua... Tiga... Mulai..." Aku dengar teriakan orang-orang di bawah sana, Kak Gilang mengambil tampah kecil itu dan aku langsung membantu mengikatkan talinya., sedang Nita menyimpan 2 telur itu agar tidak pecah. Setelah ku kaitkan, kak Gilang seperti nya sudah tau maksud ku. "Kalian pegang tali ini satu-satu" Bola matanya berpatroli ke mata kami semua "Nita telurnya ditaruh diatas setelah kami semua memegang tali, pelan-pelan oke!" tangan kak Gilang naik turun memperagakan "Tenang saja kak Gilang aku akan memegang dengan kencang" bisik Dendi yang suaranya bisa ku dengar. Tim kami sepertinya yang ada di paling depan, 1 meter lagi menuju finish. "Hati-hati, pelan-pelan, kita tinggal selangkah lagi okeh" kak Gilang menyemangati kami. "Kak... Kaki ku keram kak" tiba-tiba tari berbisik. "Bisa kah kau tahan sebentar saja tari" bujuk ku pada nya "Emmm..." dia menggeleng dan kulihat matanya meringis menahan sakit, aku binggung harus melepas satu tangan ku untuk membantunya berdiri atau aku biarkan dia jatuh. Jiwa sosial ku muncul, aku tidak bisa melihat dia jatuh, maka aku lepaskan tali yang ku pegang, dan menangkap tari. "Braaaakkkkk......" bunyi benturan keras tubuh kami ke lantai, tampah yang kami bawa dengan susah payah terlepas dan satu telur terbang ke arah kami. "Pyaaarrr" aku melindungi tari dari pecahan telur itu, hingga telur itu mengenai punggung ku. "Astaghfirullah..." ku dengar suara banyak di sana berteriak panik. " Tariiiii...." Lo ngak papa, tanyaku dia masih meringis sambil menutup matanya, orang-orang langsung berkerubung menghampiri kami. "Minggir-minggir-minggir" teriak laki-laki berlari kearah kami, yg sepertinya ingin menggotong tari, untuk di bawa ke Rumah sakit terdekat. Aku mencoba berdiri, dan Tiba-tiba seseorang mendorongku "Arrchhh..." Tangan kuat itu menarikku ke pelukannya... "Tee..terimaa kaa..sih" suara ku terbata-bata, aku msh syok dengan kejadian tadi. Dia mengajakku ke ruangan lain sambil menutupi badan ku yg mungil ini dengan jaketnya. "Aku msh belum tau siapa dia, kenapa dia mau membantu ku, dan di mana dia membawa ku?" tanyaku dalam hati "Kamu tak apa-apa kan? apa kamu terluka?" tanya sosok laki-laki itu, tampak khawatir. aku mulai mendongakkan kepalaku dari d**a bidangnya "Ka ka-mmuuu...." Irasss kenapa kamu yang menyelamatkan ku. "Aku baik-baik saja, Te-terima kasih.." aku berusaha menetralkan ucapan ku dan ingin segera berpaling darinya. "Tuuunnggguu....!" tangannya tiba-tiba menyentuh pundak ku "Iya..." ku tolehkan kepalaku "Baju mu kotor dan basah alangkah baiknya kau pakai jaket ku, agar kau tidak kedinginan" tukas nya Sebenarnya aku tidak mau menerima tawarannya, malu banget harus bertemu dengannya dengan penampilan ku yang seperti ini, mana bau telur lagi. Ku buang gengsi ini, tidak enak kalo banyak yang mencium aroma busuk tubuhku, aku harus cepat pulang. "Ehmm... kau benar" aku berbalik dan menunduk malu "Nama ku Iras Fakultas Hukum kampus C" dia mengalungkan jaketnya ke pundaknya sambil memperkenalkan diri, yang sebenarnya aku sudah tau "Iya terima kasih" jawabku singkat sambil berlalu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD