Chapter 28

1387 Words

   Celline terisak di depan pintunya. Badannya seketika lemas, ia merosot dan termenung di sana dengan tatapan mata kosong. Ia tidak tahu lagi apa yang bisa ia lakukan dalam kondisi seperti ini. Ia ingin mati rasanya. Ia menghapus air matanya dan berjalan gontai menuju laci nakas di samping ranjangnya. Ia mengambil botol berisi pil tidur yang ia selalu minum saat ia insomnia.      Ia mengeluarkan seluruh isinya di dalam genggamannya. Mungkin ini cara untuk mengakhiri semuanya. Ia menangis. Isakannya makin menjadi. Hidupnya begitu terasa pahit. Tidak ada kebahagiaan untuknya. Dan, ia tidak boleh bahagia dengan pilihannya. Ia mengingat setiap momen bersama dengan Aldi. Ia ingat bagaimana pria itu menggandeng tangannya, bagaimana pria itu tersenyum padanya, bagaimana ia berusaha membuat Cell

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD