“Tuan Rivaldi… tolong ikuti kami. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda.” “Rivaldi?” tanya Celline kebingungan karena pria di sampingnya ini bukan Rivaldi. Ia Aldi. Identitasnya dibongkar tepat di depan wajah Celline. Tapi Rivaldi akan menjelaskan itu nanti. Saat ini ada yang lebih penting. Menyelesaikan semua urusan ini sendiri. Rivaldi mengendus ada sesuatu yang tidak beres di sini. Ia memberi tanda pada Celline untuk tetap tenang dan menunggunya di sini. Badan gadis itu terlihat bergetar dan wajahnya ketakutan. Aldi mengelus tangan Celline untuk menenangkannya. “Aku akan kembali.” Pria-pria itu mengawal Aldi keluar dari restoran. Sudut mata Celline tak berhenti mengikuti arah perginya Aldi dengan pria-pria itu. Ia meremas gagang tasnya dengan penuh ke

