Chapter 18

1451 Words

    Kedua pria itu sekarang sudah berada di sebuah café sederhana yang buka 24 jam. Mereka berbicara 4 mata setelah jam kerja mereka. Aldi menyeruput kopi hitam yang ada di hadapannya dan menatap tajam pada pria di hadapannya ini. Ia benar-benar ingin mengorek informasi darinya setelah terpergok tadi siang.      “Jadi, apa penjelasanmu tentang kejadian tadi?” tanya Aldi.      Roland masih tertunduk sambil memainkan tangannya di bawah meja.      “Aku tidak memiliki pilihan lain, Di,” mata Roland menerawang ke langit-langit Café. Ia mengingat kejadian beberapa waktu lalu Ketika ia pertama kali diminta menjadi kurir.      Saat itu, ia dipanggil oleh Mr Graham ke ruangannya di waktu restoran sudah tutup dan seluruh karyawan sudah pulang. Mr Graham memintanya menjadi kurir untuk mengantarka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD