Sebisa mungkin Syifa mengatur pernafasannya. Sama persis seperti apa yang Siska pernah ajarkan ketika menghadapi ketakutannya. Dan perlahan nafasnya kembali teratur. Syifa memberanikan mendongakan kepalanya. Tepat tatapan mereka bertemu, Syifa bisa melihat raut kekhawatiran yang Dwiki tunjukkan. "Mas," "Iya sayang, Mas di sini." "Temenin aku ketemu bang Iqbal. " pinta Syifa. Entah keberanian dair mana dia bisa meminta hal ini. Hanya saja hatinya ingin sekali melawan rasa ketakutan yang ada di dirinya. Dan juga, Syifa sangat merindukan suasana di luar rumahnya. Dwiki menatap Syifa dengan kernyitan di dahinya, dia seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja Syifa katakan, "Kamu serius?" tanya Dwiki. "Iya Mas." sahut Syifa tanpa keraguan sedikit pun. "Kalo kamu belum siap, jangan di

