Merasa tempat tidurnya bergetar, Syifa langsung meraba sekelilingnya. Mencari sumber getaran tersebut. Ternyata sumbernya adalah ponsel miliknya. Ketika dirinya samar-samar ke sebelah, ternyata kakaknya sudah bangun. Lisa memang yang menemani dirinya semalam. Dia hanya seorang diri menginap di rumahnya, Iqbal memilih untuk di rumah saja yang mengetahui apa yang adik iparnya alami. Tanpa melihat id caller pemanggil, Syifa langsung mengangkatnya. "Halo? Siapa sih, ganggu aja." omel Syifa dengan suara khas bangun tidurnya, serak. [Sayang, belum bangun?] Kedua mata Syifa membulat sempurna. Walaupun kedua matanya belum terbuka sempurna, tapi kedua telinga masih bisa mendengar. Suara ini, suara yang amat dia kenal. "M-as?" [Iya ini aku. Bangun ya, sikat gigi cuci muka.] Bahkan kini Syifa

