Ketika mobil sudah terparkir di sebuah halaman rumah yang terbilang besar, Syifa mengedarkan pandangannya. Bagi Syifa, ini bukan hanya sekedar rumah melainkan seperti mansion. "Yuk yang turun." ajak Dwiki yang sudah melepaskan sabuk pengamannya. "Ini rumah siapa Mas?" tanya Syifa masih dengan pandangannya yang menatap sekelilingnya. Dwiki langsung menggenggam tangan Syifa, "Nanti kamu juga tahu. Yuk, turun." Dwiki lebih dulu keluar. Melihat Dwiki yang sudah turun, Syifa akhirnya mengikuti apa yang Dwiki lakukan. Dia yakin, Dwiki tidak akan berbuat yang aneh-aneh kepadanya. Melihat Dwiki melambai kearahnya, Syifa langsung menyusul pria itu yang sudah mencapai depan pintu rumah tersebut. "Ngga usah takut sayang, i'm beside you babe." ujar Dwiki seraya menunjukkan senyumannya, dia mau me

