Dengan sangat terpaksa, Syifa kembali mendudukan dirinya. "Jangan main kabur-kaburan kenapa yang." ujar Dwiki setelah Syifa kembali duduk di sebelahnya. Sangat terlihat jika saat ini Syifa memasang wajah cemberutnya. Dia tidak suka, jika Dwiki terlalu menggampangkan pekerjaan. Banyak di luar sana yang mengirimkan lamarannya dan terbuang sia-sia hanya untuk sebuah pekerjaan. Sedangkan pria itu dengan semena-menanya mengambil cuti. Dwiki paham, saat ini wanitanya itu sedang merajuk. Dia langsung menggenggam kedua tangan Syifa dan mengelusnya. "Tatap aku yang." pinta Dwiki dengan nada lembutnya. Merasa permintaannya di abaikan, Dwiki langsung menghadapkan wajah Syifa sampai menatap kearahnya dengan kedua tangannya. "Kenapa sampe marah begitu, hm?" Syifa langsung menarik kedua tangan D

