Semua yang berada di dalam kamar, Indah suruh untuk keluar. Baik itu suaminya ataupun Dwiki. Dia mau berbincang sedikit dengan putrinya. Tapi tadi, sebelum Dwiki meninggalkan kamar, Indah berpesan untuk menunggunya sebentar di luar. Dalam artian, jangan pulang dulu. Dan berakhirlah Dwiki duduk di ruang keluarga saat ini dengan Arif yang berada disampingnya. Jujur saja, duduk disamping Arif itu bagi Dwiki sangat menegangkan. Walaupun dia tahu, Arif tidak akan mengomeli dirinya atau segala macam. Malah Arif lah yang pertama kali memberikan lampu hijau kepadanya. "Kalau mau sesuatu, Nak Dwiki bisa ambil sendiri di dapur ya. Anggap saja rumah sendiri ya Nak." ujar Arif yang sekilas menoleh kesamping. Dwiki menunjukkan senyum sungkannya, "Iya Pak, gampang." "Nak Dwiki," panggil Arif seraya

