Terlanjur tergoda 18+++++

999 Words
"ma saya keluar dulu ya" "kamu mahu pergi kemana Ky",tanya mama Renny. "saya mahu ambil angin sekejap , mama sembanglah dengan adik, diorang pasti rindu mama dan papa" "Ky.., tidak ke klub kan?" mama Renny menyelidik anak bunjangnya. "tidak mama, saya sudah lama tidak ke klub, saya ni bukan anak muda yang suka berfoya foya ma". "baguslah kalau pemikiran kamu macam tu" "kenapa mama berfikiran begitu ma, saya dari dulu memang tak suka ke klub, saya ni sudah tua ma", dengan perasaan kesal kerana mama berfikiran negatif. "kalau sudah tahu diri sudah tua cepat cepatlah kahwin Ky!. "ma! tolong bagi masa sikit, bukan senang nak curi hati anak muda tu". "Bang Ky, cepat kahwin, mama dah tak tahan nak cucu, jangan jadi bujang tua bang Ky, hi..hi..hi.." dengan wajah tidak berdosa mengejek Rokky. "Betul tu, mama, Uncle bila nak kahwin, kami pun mahu ada sepupu kecil"kata Any. "aduh...kamu semua tolong sambar boleh " ,dengan perasaan kesal. "sudah..sudah...saya berangkat dulu, kalau masih disini habis korang ejekan saya"dia berlalu pergi dari hadapan ketiga orang yang masih mengetawai dirinya. * * * * * Rokky sudah berada di hadapan rumah Nessa, dia membunyikan loceng rumah. "TING..TONG ...TING .TONG...! "erm...siapa pula ni, hari dah nak malam. dia melihat ke arah skrin tepi pintu, yang dilihat adalah Rokky. "kenapa orang tua ni datang hari nak malam? dia pun bukakan pintu untuk mempersilakan Rokk. setelah pintu dibuka, Rokky melihat Nessa mengenakan baju tidur legini yang tembus padang terlihat samar samar b*a dan seluar dalam,ah..pasti pandangan yang menggoda. "ah..., apakah Nessa menggoda saya dengan berpakaian begini, kalau begini adik kecilku akan bangun"dia berkata dalam hatinya. "Uncle,hari sudah mahu malam, kenapa datang ke sini" "saya lapar, awak ada masak saya nak makan" dia cuba mengontrol dirinya dari nafsu yang ingin bergelora. " petang tadi saya tak masak sebab saya keluar beli barang, kalau Uncle mahu makan saya masakan kebetulan saya pun lapa, he..he..he.." "Uncle duduk dulu saya mahu siapkan barang untuk dimasak, Uncle mahu saya masakan apa? "apa apa pun boleh" "ok, saya masak mee sup,malam malam makan mee sup terasa nyaman" "ok,nak saya tolong." "tak payah Uncle duduk dulu, nanti saya panggil kalau saya sudah siap masak" "saya duduk di dapur saja" "suka hati Uncle lah" Nessa menyiapkan semua bahan yang mahu di masak. Rokky mengamati bentuk tubuh Nessa yang mengiurkan, selama Nessa bekerja Nessa selalu menutupi seluruh tubuh dengan baju kemeja dan seluar hitam sedikit besar tanpa menampakkan bentuk tubuh.dia tidak menyukai pakaian yang ketat. "pemandangan indah, ah...., aku tak tahan Nessa, kalau terjadi apa apa kita berdua nanti saya akan bertanggungjawab adik kecil ku sudah meronta ronta"terlihat dia bawah seluar Rokky yang sudah menegang untuk keluar. Rokky berjalan menuju kearah Nessa yang sudah menyiapkan mee sup, Nessa yang sekarang sedang mencuci alat masakan. Rokky terus memeluk tubuh Nessa, bertapa terkejutnya Nessa kerana tubuhnya dipeluk. "ah...Uncle,jangan peluk peluk saya! dengan nada tinggi. "maaf Nessa saya sudah tidak tahan, punya saya sudah menegang tolong ya, saya akan menikahi awak,hanya melihat awak nafsu saya mulai naik." dengan wajah memohon. "saya tak mahu Uncle" "please...Nessa, tolong terima saya dalam kehidupan awak, saya suka dengan awak yang hidup apa adanya tanpa banyak memilih, keluarga saya menerima awak Nessa" tanpa melepaskan pelukan. Nessa mendiamkan diri sambil berfikir, apa salahnya aku menerimanya dia selalu baik denganku, tidak seperti bekas kekasih yang ingin memperkosa dirinya, dan belum lagi fakta bahawa bekas kekasihnya adalah Playboy dan suka ke klub bermain banyak wanita. "baiklah..,Uncle saya menerima Uncle," sambil membalikkan tubuh. "apa awak terima saya Nessa", dengan wajah tersenyum kegembiraan. "ya saya terima Uncle" sambil memberanikan diri menyentuh muka Rokky dengan telapak tangan kecilnya, dengan ditambah ada sedikit kesal dengan bekas kekasih pada petang tadi, yang membuatnya menerima Rokky. "terima kasih Nessa, tidak lagi saya menjadi bujang tu, hi..hi..hi.." Rokky terus mencium mulut Nessa, yang membuatkan dia terkejut, lama kelamaan tanpa sedari akhirnya Nessa mengikuti gerakan lidah Rokky, ciuman panas pun terjadi, mereka berdua dibakar oleh api keghairahan. "hah..hah..hah.." kedua dua bernafas engos engosan dan mengambil oksigen, mereka melanjutkan lagi ciuman panas,Rokky melepaskan ciuman dan memangku tubuh Nessa menuju bilik tidur Nessa. Rokky dan Nessa berada di dalam bilik tidur lalu menurun kan tubuh Nessa. "Nessa, boleh saya melakukan itu, saya sudah tidak tahan, lihatlah bertapa keras nya benjolan ini" sambil membelai rambut Nessa. "erm...,boleh, tapi Uncle janji jangan kasar ya,saya ada baca di Google , bila mana wanita yang baru melakukan akan merasa sakit, ini pertama kalinya saya melakukan hubungan ini, janji ya, jangan lakukan dengan kasar". "baik, saya janji, saya akan melakukan dengan lembut, dan awak juga perli tahu saya masih perjaka, dan ini pengalaman pertama saya" "awak mahu buka baju saya, atau kita sama sama buka baju" "sama sama sajalah" "awak jangan panggil saya uncle, panggil lah abang atau sayang"dengan senyuman menggoda menambahkan kekacakan di wajah. "oklah , saya panggil sayang macam mana", sambil mengernyitkan mata yang menggoda. mereka melepaskan baju yang hanya menyesakan seluar dalam dan b*a. Rokky membaringkan tubuh Nessa di atas tempat tidur yang berukuran tidak terlalu besar hanya memuatkan dua orang. ciuman panas kembali dilakukan, lidah masing masing bertautan, telapak tangan besar menyingkirkan b*a yang dipakai Nessa dan mulai meremas kedua gunung, aksinya cukup membuat Nessa mendesah" ah...ah...ah..nikmat sekali sayang", ciuman berpindah di bawah area sensitif, dia menarik seluar dalam Nessa dan melemparkan di bawa lantai. "ah..saya malu," sambil mengapit selangkangnya. "tidak usah malu, awak pun tolong bukakan boxer saya." Nessa yang melihat bentuk burung besar dan panjang Rokky di balik boxer , membuatnya menelan ludah, fikiran mulai melayang burung sebesar ini dan panjang akan masuk kedalam tubuhnya, bertapa sakitnya, tetapi dia harus mencubanya. Nessa mulai duduk dan mendekat arah Rokky dan menurunkan boxer dan menampakkan burung yang menegang dan berurat. "sayang Nessa cubalah pengang, sayang tidak pernah menyentuh burung lelaki kan, beginilah bentuknya"sambil menarik tangan Nessa dan meletak pada burungnya. "ah...begini rasanya kulit lembut dan keras" "cuba dilurut sayang" Nessa mengikuti apa yang diarahkan oleh Rokky, Nessa melurut naik turun Kulit burung dan Rokky mengeluarkan desahan," ah...ah...ah...sayang nikmat,sayang..lagi..lagi..lagi....aaa..., Rokky mengeluarkan cairan kental kearah dada Nessa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD