Andriel melirik Agatha yang sedari tadi hanya diam tidak membuka suara sedikitpun pada nya. Andriel tahu penyebab diam nya Agatha. Dua puluh menit lagi bel pulang berbunyi namun keduanya masih saling diam seperti kembali ke masa awal mereka duduk bersama. Saat bel pulang berbunyi Agatha langsung memasukkan peralatan sekolahnya ke dalam tas, melihat Andriel beranjak dari bangku dan pergi dari kelas rasa kesal Agatha bertambah berkali-kali lipat. "Malaikat apa kayak gitu," gerutu Agatha seraya memakai tas namun tidak beranjak dari bangku walaupun kelas sudah mulai sepi. Agatha duduk menghadap papan tulis sembari menilang dagu dengan d**a yang memburu serta sesak, perkataan Andriel malam itu benar-benar membuat Agatha sakit hati walaupun laki-laki itu sudah jujur padanya. Jantung Agatha

