Chapter 22

711 Words

Dengan hati-hati Andriel menyingkirkan kepala Agatha dari bahunya untuk dipindahkan ke bantal. Setelah menutupi tubuh Agatha dengan selimut, Andriel memperhatikan wajah Agatha yang merah dan juga mata nya yang sembab. Andriel dapat merasakan rasa sedih yang Agatha rasakan, Andriel tahu dan sadar jika gadis itu sudah melangkah terlalu jauh bersamanya sehingga takut untuk ditinggalkan. Andriel mengecup kening Agatha sebagai ucapan selamat tidur bukan ucapan selamat tinggal. Dan untuk yang kesekian kalinya, mata Agatha langsung terbuka saat keningnya dikecup. Melihat Andriel raut wajah sedih Agatha kembali muncul. Agatha melingkarkan tangannya di leher Andriel, saat bibirnya dan kuping Andriel mulai dekat Agatha langsung membisikkan sesuatu. "Jangan tinggalin aku," Tidak ada respon da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD