Bab 18

960 Words

Pukul 10:30 malam, Ayana berniat keluar dari kamar Seavey setelah Wynter tertidur di dalam kamar kecilnya. Ayana masih punya pekerjaan yang belum ia selesaikan. Di ruang setrika ada tumpukan pakaian menunggunya. "Mau ke mana?" "Bekerja. Maksudku menyetrika." Seavey menghalangi Ayana pergi. Dia mengunci tangan kanan Ayana dengan genggaman erat. "Aku menginginkanmu, Ayana. Jangan pergi, tetap di sini bersamaku." balas Seavey. Pria itu tidak ingin jauh-jauh dari Ayana setelah mereka membahas rencana wisuda Ayana tiga bulan ke depan. Yang juga bermakna kalau mereka akan segera berpisah.  Ayana tersenyum. Memberi ciuman di pipi pria itu. "Kau tampak cemas. Seperti takut kehilangan aku." Ayana merasakannya. Ia memegang lembut tangan pria itu seraya berucap, "Dengar, Sea. Aku tidak meninggalkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD