Bab 19

956 Words

Naomi mengagetkan Ayana ketika perempuan itu melamun di ruang tamu. Setelah kepergian Seavey dua hari yang lalu, Ayana lebih banyak merenung. Mencari di mana letak kesalahannya sampai Seavey meninggalkannya.  Ayana hanya bisa memandangi bunga pemberian Seavey kala dia merasa rindu pada pria itu. "Kau masih mengkhawatirkannya?" Ayana mengangguk atas pertanyaan itu.  "Dia tidak menjawab panggilan teleponku. Dia juga tidak membalas pesanku." Ayana muram. Naomi menghiburnya kalau Seavey pasti sibuk rapat dengan klien bisnisnya. Ayana bisa memakluminya kalau Seavey hanya memgacuhkannya sekali saja. Ini bahkan sudah dua hari berlalu. Ayana lebih memusingkan Seavey ketimbang memusingkan judul penelitian yang diharuskan Professor William padanya.  "Suka duka memacari pebisnis memang seperti ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD