Suasana ruang tengah begitu menegangkan. Seavey barusaja pulang dari kantornya ketika Ayah dan saudara lelakinya, Daniel menunggu di ruang tamu. "Aku pamit ke belakang." Naomi menundukkan kepalanya. Melangkah sopan meninggalkan tempat itu. "Kau tidak harus pergi, Naomi. Aku hanya perlu mengusir dua orang ini." Seavey berseru ketika Naomi akan mendaratkan langkah kelimanya. "Jaga bicaramu, Sea. Beginikah caramu menyambut Dad?" Ayah Seavey menyela tajam. Naomi tidak tahu harus berbuat apa. "Kau pergilah dari sini. Biarkan kami bicara kepada Sea." Daniel akhirnya memerintahkan Naomi pergi. Membuat wanita hitam itu menurut. Sementara Seavey melonggarkan dasinya. Menyeringai kemudian menatap tajam Ayahnya. "Kau mempertanyakan caraku menyambut tamu?" Seavey terkekeh, "Apa aku pernah disambu

