Fuji memandangi pantulan dirinya di depan cermin yang terpajang di dinding toilet dengan jantung berdetak kencang. Wajahnya saat itu terlihat pucat dan kedua tangannya berkeringat dingin. Dia benar-benar tidak siap untuk tampil di depan semua orang sekarang, kecuali kalau diminta jadi model catwalk. Tapi, kalau disuruh menjelaskan kembali materi ke depan kelas? Yang benar aja! Mereka akan tahu sebodoh apa dia nanti. Orang-orang yang membencinya akan tertawa melihat itu dan Fuji tidak mau itu terjadi. Sudahlah dia tidak punya job, dipermalukan pula, itu akan berefek dalam jangka panjang untuk kesehariannya di kampus. Bisa langsung kena mental dia. “Okay, mendingan gue jatuhin harga diri gue di depan dia, daripada di depan semua orang.” Fuji kemudian keluar dari toilet dengan semangat 45.

