Chapter 14

2376 Words

IRENE menaruh cangkir berisi kopi hangat itu ke atas meja lalu menoleh menatap Aska yang sejak tadi diam dengan pandangan tertunduk. Seperti biasanya, pria itu tak banyak bicara. Tak lama bertemu, rupanya tidak membuatnya berubah. “Kamu apa kabar, Ka?” tanya Irene kemudian. Aska mendongak, menatap Irene sesaat lantas menjawab, “Aku baik.” Irene tersenyum. “Hubungan kita sulit sekali, ya, akhir-akhir ini. Kamu bahkan nggak pernah menghubungi aku.” “Aku pikir, hubungan kita sudah berakhir.” Irene mendesah. “Justru itu aku datang ke sini. Aku mau minta maaf sama kamu. Aku sempat menolak perjodohan ini karena aku pikir, aku sedang mencari pria yang jauh lebih dewasa dari usiaku sendiri.” “Kamu sudah menemukannya, kan?” Aska kini menatap Irene dengan tatapan tajam. Irene menggeleng. “Kur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD