Nana berjalan pelan sambil matanya terus menatap secarik kertas yang dipegangnya. Kertas yang berisi alamat rumah seseorang yang bagi Nana adalah kunci dari permasalahannya dengan Bagas. Nana mengira jika orang ini bisa menjadi sumber informasi baginya. Dia akan bertanya banyak hal pada orang ini. Nana menatap rumah yang terkesan tak terurus. Hatinya merasa tak enak, dia merasa jika rumah ini sudah tak berpenghuni. "Nuwun sewu, Mbak, madosi sinten?". Tanya seorang paruh baya. *Nuwun sewu mbak, madosi sinten = dalam bahasa jawa berarti permisi, Mbak, cari siapa? Nana menoleh ke belakang, dia tersenyum ramah kepada ibu paruh baya yang bertanya padanya. "Niki leres griyone, mas Indra?" Jawab Nana sopan. *Niki leres griyone mas Indra = Apa benar ini rumahnya, Mas Indra? "Nggeh leres, nang

