Bagian Tujuh Puluh Lima

2521 Words

Bagas berjalan gontai ke ruangannya. Langkahnya begitu lemah tak bertenaga, padahal dia baru saja kembali dari makan siangnya dengan salah satu klien. Dia seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup. Sejak kejadian kemarin sore dia seperti orang yang malas beraktivitas. Sebenarnya bukan pertama kali itu dia mendapat penolakan dari Nana, namun hal yang membuatnya tidak bersemangat adalah saat dia mendengar Aldo melamar Nana. Hatinya benar-benar merasa sakit hati. Perih yang dia rasa membuatnya ingin menghabisi Aldo. Walaupun Nana tidak menerima lamaran Aldo, namun lama-lama jika mereka terus saja dekat hati Nana akan menerima Aldo. Dan dia tidak ingin hal itu terjadi. “Bapak sudah ditunggu kakak ipar Bapak.” Kata Bima dengan tiba-tiba. Pikiran Bagas yang kosong dan tiba-tiba menden

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD