Bagian Tujuh Puluh Enam

3323 Words

Bagas menyandarkan punggungnya di kepala ranjang sedangkan Nana mendarkan tubuhnya didada bidang suaminya. Kakinya dia selonjorkan dan kaki kanannya sengaja dia tumpangkan di atas kaki Bagas. Sedari tadi tangan Bagas tidak berhenti memainkan anak rambut Nana yang ada didahi perempuan itu. Sesekali Bagas mengecup pucuk kepala istrinya dengan lembut. Bagas sangat betah dengan posisi mereka saat ini. Rasanya dia ingin menghentikan waktu agar dia bisa lebih lama merasakan posisi ini. “Tumben kamu kesini sore, biasanya malam baru sampai.” Kata Nana pelan. Dia mencoba mencari obrolan. Sedari tadi mereka hanya diam saja tidak ada yang mengeluarkan suara. “Tadi aku pulang lebih awal, aku sudah tidak sabar ingin bertemu kamu.” Jawab Bagas dengan jujur. Setelah dia ditemui oleh kakak iparnya, pik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD