Bagian Lima Puluh Sembilan

2271 Words

Bagas masuk ke dalam rumah orang tuanya dengan langkah gontai. Tak ada semangat dan gairah hidup dalam tubuhnya. Bahkan jika saat ini ada seseorang yang menabraknya, dia akan terpental. Langkahnya yang gontai membawanya sampai di ruang tamu. Dia meleparkan kunci mobilnya ke meja dan mendaratkan bokongnya di kursi ruang tamu. Punggungnya dia sandarkan dan dia mendongak, matanya terpejam seolah-olah sedang menikmati posisinya. Bagas menghembuskan nafasnya dengan keras dan mengangkat satu kakinya untuk dia taruh di atas kaki lainnya. Ratno keluar dari kamarnya. Dia mendengar ada bunyi benda terjatuh hingga membuatnya mengecek. Namun di sana dia melihat Bagas yang diam saja. Dia menghampiri Bagas dan duduk di seberang kursi yang diduduki oleh Bagas. Ratno masih belum sadar dengan wajah bebak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD