Bagas meletakkan kembali handphonenya di atas meja. Besok pagi dia akan kembali ke Yogyakarta karena ada meeting dan tidak bisa Bagas tunda. Setelah pulang kerja dia akan kembali lagi ke Surakarta untuk menemui Nana lagi. Tidak masalah baginya jika dia harus bolak-balik Yogyakarta Surakarta. Demi mendapatkan maaf lagi dari istrinya dia rela melakukan apa saja. Termasuk membiarkan tubuhnya yang kelelahan. Bagas menghembuskan nafasnya. Matanya menatap langit-langit kamar dengan lekat. Seakan-akan di sana ada wajah Nana yang begitu menawan hati. Perasaan cinta yang dia miliki untuk Nana terlambat dia sadari. Jika saja sejak dulu dia menerima Nana lagi, pasti rumah tangganya tidak akan serumit ini. Pasti saat ini dia sudah bercengkrama dengan istrinya dan sedang bahagia untuk menantikan kela

