Bagian Tujuh Puluh

2011 Words

Bagas turun dari mobil dengan santai. Senyum terus terukir dibibir tipisnya. Langkahnya begitu ringan seperti tidak ada beban. Suasana hatinya sedang bagus, tidak ada kegelisahan seperti yang biasa dia lakukan. Dua hari bertemu dengan Nana dan calon bayi mereka membuat Bagas merasa bahagia. Apalagi saat nanti dia sudah berhasil membawa Nana pulang, pasti dia akan merasa menjadi laki-laki yang sangat bahagia di bumi ini. “Assalamualaikum …” Teriak Bagas saat dia sudah melangkahkan kakinya ke dalam rumah. “Waalaikumsalam.” Jawab Eni dengan tangan yang masih memegang spatula. Dia masih sibuk memasak sarapan untuk anak dan suaminya. Bagas tersenyum lebar. Dia memperhatikan ibunya dengan lekat. Rasanya dia tidak bisa menyimpan kebahagiaan ini sendirian, dia ingin berbagi kebahagiaan dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD