Bagian Tujuh Puluh Satu

2236 Words

Nana menata beberapa hasil masakannya di atas meja makan. Hari ini dia masak lumayan banyak, entah mengapa. Mungkin karena dia ingat ucapan Bagas jika pulang kerja nanti dia akan menemui Nana lagi. Jadi Nana masak lebih banyak. Lagi pula dia merasa nyaman makan bersama Bagas. Seperti malam itu. Iya, malam yang mampu membuat Nana kembali bimbang dengan keputusannya. Bimbang dengan tekadnya yang sudah tidak ingin kembali berhubungan lagi bersama Bagas. Apalagi saat Bagas dengan lembut dan tulus mengelus perut buncitnya. Dia bisa merasakan ketulusan dari Bagas. Karena memang seharusnya seorang ayah bersikap tulus kepada calon bayinya. Setelah semua tertata di atas meja makan, Nana keluar dari rumah. Dia duduk di kursi panjang yang ada di depan rumah. Dia menatap jalanan dengan lekat. Menant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD