Bagian Tujuh Puluh Dua

1554 Words

Bagas tidur meringkuk di kursi panjang yang ada di teras rumah kontrakan Nana. Dinginnya udara malam mampu membuat Bagas memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya. Jaket yang dia kenakan tidak memberikan banyak kehangatan untuk Bagas. Malam ini dia memutuskan untuk tidur di teras rumah Nana sembari menunggu perempuan itu membuka pintu lagi untuknya. Bukan Bagas tidak mampu menyewa satu kamar hotel untuk dia gunakan beristirahat, namun dia tidak ingin berjauhan dengan istrinya. Tidak peduli jika saat ini dia merasa sangat kedinginan. Sesekali Bagas memandang pintu kayu yang menjadi penutup rumah Nana. Dia berharap pintu terbuka dan menampilkan istrinya yang sedang tersenyum sembari mengajaknya untuk beristirahat di dalam. Namun berapa kali pun dia melihat pintu itu, tetap saja pintu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD