A Sirius within soul

232 Words
Semua orang didunia ini pasti pernah mengalami hal pertama dalam hidup mereka Pertama kali mereka belajar berjalan Pertama kali mereka jatuh cinta Dan, hal pertama lainya. Seperti pertama kali kau merasa lengkap Layaknya, aku si 'aldise', sang manusia biasa, sedari kecil aku dituntut mampu dan bisa, walau mereka tau nyatanya aku tak selalu bisa sendiri Kadang aku membayangkan aku adalah bumi, bumi yang membutuhkan langit untuk atap nya Seperti aku yang berusaha mencari kepinganku. Terkadang disaat ini aku ingin mencari sandaran yang tepat dan dapat melengkapi ku dengan sangat pas lalu, Aku sadar, sedari awal aku menatap mata jernihnya, ada perasaan berbeda yang sengaja kuartikan hanya sebagai rasa kagum padahal, aku tau mungkin itu bukan cuma rasa kagum Lalu ia datang, dengan hangat peluknya meredam semua kata-kata dalam otaku, menguarkan kehangatannya dalam tubuhku yang terasa dingin Menidurkan kepalaku dalam bidang dadanya, Hal yang selalu ku impikan dari lelaki, termasuk ayahku, dan ya, tidak pernah ku dapatkan Hingga dia memberikan itu, aku tidak bohong, aku adalah wanita yang haus kasih sayang sebenarnya, namun semua yang ku alami membuat lupa apa itu kasih sayang, Rasanya kadang aku ingin berteriak bicara kepada siapapun aku tidak baik baik saja, aku ingin normal ingin seperti yang lain, namun kurasa itu hanya anganku Karena aku yang memulai pada awalnya Maka, aku juga yang bertugas mengakhiri Aku hanya ingin mudah, hidup normal. Namun Tuhan tidak sebaik itu untuk memberikanya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD