Jingga kala itu
Tel Aviv,Israel
19.50
Disini aku berdiri menatap jingga dibalik langit kota Tel Aviv,
Mengingat kenangan samar yang tak akan aku lupakan.
Cerah mata birunya bahkan masih
Terpatri dalam ingatku ,Betapa
jernihnya mata itu Seperti lautan
Lamunanku pun kembali ke, Dua tahun silam, saat pertama kali bersitatap Dengan Mata Indah itu
Gadis itu terpaku menatap lima orang berperut buncit dihadapanya
Dengan badan gemetar dan bahkan dengan air mata yg sudah mengering dan tidak menetes lagi, dia menatap nanar kebawah
Perlahan ke Lima pria itu maju,
Menatap dengan tajam
Seorang gadis yang terlihat tak berdaya
Salah satu dari seorang itu pun maju.
Dengan sempoyongan mendekati sang gadis yang tengah meringkuk tersebut
Namun belum sempat hal itu terjadi
"BRUKKK"
Tiba-tiba pria itu terpaku dengan mata yg melotot dan bibir yang memuntahkan darah
Pria itu mengejang dan ambruk
ketanah
Mendengar suara itu pun,
aku perlahan mengalihkan tatapanku.
Ya ,kalian tau bagai dalam adegan Film
Mataku bersitatap dengan, Mata sewarna langit itu.
Terpaku
Menatap iris nya yang serupa langit.
Terlebih saat dia dengan sigap menggunakan senjata serbu tavornya
Saat menghabisi sisa sisa.
Para pecundang itu
Bukan, dia bukan menggunakan peluru tetapi hanya mengandalkan senjata itu untuk, Menangkis dan memukul Para brengsek itu
Sungguh hal itu sangat membuatku Kagum, Terlebih ketepatanya saat melempar pisau tadi
Aku pikir, itu hal yang sangat luar biasa
Dengan badan gemetar aku tetap menatap, Perkelahian tidak adil di depanku ini
Setelahnya, Netraku terpaku melamun Dan akupun tersadar
Saat uluran tangan seseorang membuatku sedikit tersentak
"Bangunlah"
"Berdiri"
"Kamu tidak lumpuh kan"
Tatapan tajam dan Netra birunya seakan membuatku terpaku,
Perlahan, tatapanku pun naik menatap Pemilik manik biru tersebut
Wajahnya yang tegas dan kekanakan saat bersamaan, Alisnya yang sangat Indah menaungi Mata biru itu
'Subhanallah', Aku sampai tak bisa berkata kata
Perlahan, Aku bangun, sialan dia nyebelin banget
'Tanganya besar dan kokoh, Pantas saja lelaki buncit keparat itu ia lumpukan dengan mudah'
Segera, aku tepis pemikiran bodoh dan konyol itu
Sebenarnya bila saat ini aku Mengingat itu aku Masih sangat ingin tertawa
Namun. Heyy kalian pikir gadis waras mana yang akan tertawa bila diposisiku hampir di perkosa keparat yang tengah mabuk
Yeah aku pikir bila aku tertawa saat itu
Mungkin, pria yang tengah
Bersamaku Akan menganggap ku gila
Ya aku tau aku memang sedikit gila,
Sahabat sialan ku sering mengatakan itu Oh sial, aku jadi merindukan para mahluk tak berguna itu
Salah ku sih memang meninggalkan negara itu haha