Bab 40

1532 Words

Mungkin, aku tidak punya urusan di sini. Namun, aku tetap memaksa Kak Fajar untuk membawaku ke tempat ini: rumah sakit, demi melihat Naura yang akan melahirkan. Aku berjalan hati-hati, menenteng keranjang berisi buah untuk Naura nantinya. Di depan sana—di kursi tunggu, Adit berada. Aku sedikit cemas, karena Kak Fajar juga ikut serta. Tetapi, dia tampak tidak terlalu memedulikan Adit sekarang. Aku mengikut pada Kak Fajar untuk bersandar di tembok yang berseberangan dengan Adit. Hanya bisa menunduk, karena merasa bahwa pria di depanku terus melirik ke sini. "Kamu duduk di sana, Nissa! Kamu nggak boleh berdiri terlalu lama," pinta Kak Fajar yang langsung aku tolak dengan gelengan kepala. "Aku di sini aja. Paling Naura nggak lama lagi melahirkannya." "Siapa yang bisa nebak Naura lahirinny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD