7. Skenario Cinta

1781 Words
Raut wajah Adam yang tadinya membaik pun berubah lagi murung ketika dirinya tahu kalau Asyila akan segera menikah. Baru saja dirinya merasakan kebahagiaan karena bisa bertemu dengan anak kandungnya, tapi sekarang dirinya harus melepaskan putrinya pada seorang laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Asyila dan mamanya yang menyadari hal tersebut pun langsung mencoba membicarakan baik-baik tentangf kabar ini. Asyila pun tidak ingin papanya salah paham lagi dengan semuanya. “ Pa.” “ Kenapa semuanya begitu tiba-tiba seperti ini nak. Baru saja papa merasakan kebahagiaan karena bisa bertemu denganmu dan sekarang papa harus melepaskan dirimu menikah. Kenapa semua ini terasa tidak adil buat papa.” Ungkap Adam. “ Pa, maafkan Asyila. Tapi semua ini sudah di tentukan saat Asyila belum tahu tentang papa. Asyila ngga bermaksud menyakiti perasaan papa seperti ini.” Ucapnya. “ Sekali lagi Ulya minta maaf mas, mungkin kalau Ulya mengatakannya dari dulu. Waktumu bersama dengan Asyila akan jauh lebih banyak dan lama. Semua karena aku, akulah orang yang pantas mendapatkan hukuman dan di salahkan.” Balas mama Asyila yang melihat betapa sedihnya mantan suaminya itu mengetahui kalau Asyila sebentar lagi akan menikah. “ Semua sudah terjadi, mau menyesal bagaimanapun semuanya tidak akan pernah bisa kembali. Waktu tidak lagi bisa berputar. Kita harus menatap kedepan. Walaupun waktu papa ngga banyak untuk bersamamu, tapi papa yakin kamu ngga akan pernah melupakan papa walaupun nanti kamu sudah menikah.” Ungkap Adam. “ Pa, kenapa papa bicara seperti itu, Asyila ngga akan pernah melupakan papa dan mama. Karena kalianlah Asyila ada di sini. Kalian orang tua Asyila, kalian begitu berharga untuk Asyila. Jadi mau Asyila menikah ataupun ngga, kasih sayang Asyila akan tetap sama untuk papa dan mama. Asyila akan tetap bisa meluangkan waktu untuk kalian. Justru adanya mas Fatih harus bisa menambah kebahagiaan Asyila. Karena sekarang Asyila benar-benar bahagia, dan bersyukur.” “ Jadi nama calon suami kamu itu Fatih.” Tanya Adam yang ingin mengetahui tentang laki-laki yang akan menikahi putrinya. Karena mau bagaimapun dia seorang ayah yang tidak akan membiarkan putrinya jatuh ke tangan laki-laki yang salah. “ Iya pa, namanya mas Fatih. Waktu mas Fatih tahu kalau Asyila anak papa, dia sangat terkejut dan bahkan dia yang sangat antusias ingin bertemu papa. Apa papa tahu kenapa.” Tanya Asyila dan Adam pun langsung menggeleng. “ Karena dia baru tahu kalau calon papa mertuanya adalah seorang pengusaha yang dia idolakan dari dulu.” “ Jadi calon suamimu itu mengidolakan papa.” Tanya Adam yang terlihat geer dan sedikit tersenyum. “ Tapi tetap nak, papa harus tahu bagaimana laki-laki yang berani meminangmu itu. Papa ingin bersikap selayaknya seorang papa. Apa kamu mengizinkannya.” Pertanyaan papanya membuat Asyila tersenyum dan langsung memeluk papanya. “ Pati boleh dong pa, papa adalah papa Asyila. Bahkan papa dan mama yang jauh lebih berhak untuk memilihkan calon Asyila. Karena mama sudah merestuinya, giliran papa yang bisa membuktikan keseriusannya pada Asyila.” Balas Asyila. Ulya pun bahagia dan lega karena melihat Asyila dan papanya sudah langsung dekat seperti sekarang. Rasa khawatirnya untuk membiarkan Asyila dengan Adam pun lagi di rasakannya. Dia akan memberikan waktu untuk kebersamaan mereka. “ Sayang.” Panggil mamanya. “ Iya ma.” “ Mama harus pergi, mama ngga mungkin akan terus berlama-lama di sini. Jadi malam nanti mama akan langsung pulang.” “ Tapi ma, kenapa buru-buru sekali.” “ Sayang, mama ngga mungkin meninggalkan semuanya lama-lama. Salah satu diantara kita harus ada nak. Dan karena sementara waktu kamu akan tinggal di sini, jadi mama yang akan kembali mengurus semuanya. Kamu nikmati waktumu bersama dengan papa ya.” Ucap mamanya. “ Jadi urusan bisnis yang ingin kita bicarakan hanyalah alat untuk kamu mengatakan semua ini.” Tanya Adam yang sadar kalau diantara dirinya dan Ulya tidak ada kerjasama yang akan berlangsung. Ulya pun langsung tersenyum dan mengangguk. “ Ya, kamu benar, aku memang sengaja membuat janji denganmu dengan alasan kerjasama. Karena aku yakin, kamu orang yang sangat sibuk, kamu seorang pengusaha yang mungkin hampir semuanya pertemuan kamu itu mengatakan tentang bisnis. Jadi aku pun mengambil inisiatif tersebut.” Jawab mama Asyila. “ Pantas saja kamu menjadi seperti sekarang. Aku bangga dengan prestasimu saat ini.” Balas Adam yang kembali memuji keberhasilan mantan isterinya. *** Ketika sudah ashar, mama Asyila pun berpamitan pada Asyila dan juga Adam. Karena dia akan langsung ke bandara. Adam pun menyuruh supirnya untuk mengantarkan Ulya sampai ke bandara. Asyila sebenarnya berat membiarkan mamanya pulang sendiri, namun dia pun ingin mengenal lebih jauh tentant papanya. Dia ingin bisa mendekatkan diri dengan papanya. “ Sayang langsung kabari mama, kalau ada apa-apa ya.” “ Harusnya Asyila yang bilang begitu. Asyila ngga tega membiarkan mama pulang sendiri. Dan mama harus janji sama Asyila kalau mama nanti harus meminta bantuan sama Neva, mama ngga boleh kecapean ataupun lembur lagi. Mama harus jaga kesehatan.” “ Iya sayang, mama akan selalu mengingat pesan kamu.” Balas mamanya yang langsung masuk ke mobil Adam. Sedangkan Adam pun mengantarkan Ulya sampai ke mobil. “ Aku pamit dulu mas, sekali lagi aku mau bilang makasih karena kamu sudah mau percaya padaku. Hal yang aku takutkan sebelum bertemu denganmu pun sekarang sirna mas.” “ Walaupun aku belum sepenuhnya bisa menerima perbuatanmu, tapi aku ucapkan terima kasih padamu Ul. Aku yakin semuanya ngga mudah untuk bisa kamu lalui seorang diri dan jauh dari keluarga. Aku menghargai perjuanganmu sebagai seoarng ibu. Selama aku menikah dengan dengan Anggi kita belum di karuniai seorang anak, mungkin ini hukumanku karena aku sudah begitu menyakiti wanita yang sedang mengandung putriku pada waktu itu.” “ Mas, sudah mas. Jangan mengatakan hal seperti itu. Semuanya adalah takdir Allah. Hari ini terjadi pun atas kehendak-Nya. Aku pamit dulu mas, aku titip Asyila. Assallamualaikum.” Pamitnya yang langsung menutup pintu mobilnya. “ Waalaikumsalam.” Setelah mengantarkan Ulya pergi. Dia pun berbalik dan menatap Asyila yang sedang tersenyum kearahnya. Adam pun membalasnya dengan senyuman, hatinya terasa hangat melihat senyuman terukir di wajah Asyila. *** Ketika makan malam, Adam pun lebih banyak menanyakan kegiatan yang Asyila lakukan selama ini. Dari mulai masa kecil hingga sekarang. Dan banyak hal yang mengejutkan Adam, karena dia tidak menyangka kalau putrinya benar-benar mewarisi apa yang ada di dirinya dan juga mamanya. “ Papa ngga menyangka punya anak sehebat kamu Syil.” “ Jangan bicara seperti itu pa. Justru Asyila yang sama sekali ngga menyangka kalau bisa menjadi putri seorang Adam Muzaki. Seorang pengusaha yang begitu…” “ Sayang, jangan bicara seperti itu. Semuanya pun butuh proses panjang nak. Papa yakin kamu akan bisa melebihi papa dengan kemampuanmu ini.” “ Pa, jangan terlalu berharap lebih dari Asyila. Saat ini Asyila benar-benar masih belajar. Dan bahkan Asyila masih berdiri di belakang mama. Mungkin kalau ngga ada mama, Asyila bukan siapa-siapa.” Ucapnya dan Adam terlihat langsung diam. “ Pa, papa kenapa. Apa Asyila salah bicara. Kalau memang iya Asyila minta maaf ya.” Tanyanya yang panik dan khawatir karena belum sepenuhnya mengerti perasaan papanya saat ini. “ Papa, baik-baik saja kok nak. Papa hanya merasa berdosa dan sungguh merasa bersalah, karena papa ngga ada di saat-saat mamamu mengandungmu. Papa tidak ada di saat mamamu merawatmu. Papa ngga berperan apapun dalam menjaga kamu. Papa begitu terlihat bodoh karena tidak peka dan tidak tahu akan semuanya.” “ Pa, jangan bicara seperti itu. Asyila mohon. Walaupun kita baru bertemu sekarang, tapi kehadiran papa sungguh berarti. Asyila mohon pa, jangan sedih seperti ini. Asyila ingin menikmati kebersamaan kita. Asyila ngga mau kebersamaan kita terus menerus mengingat hal yang buruk.” Pinta Asyila yang ingin menyembuhkan rasa bersalah sang papa. “ Iya sayang kamu benar, harusnya sekarang saat kita bersama seperti ini. Papa bisa membuat kenangan yang indah bersamamu, bukannya membuatmu menangis terus. Asyila katakana saja apa yang ingin Asyila lakukan. Pasti papa akan melakukannya nak. Papa ingin memberikan yang terbaik untuk Asyila.” Balas Adam. “ Yang Asyila inginkan sekarang, hanya kebersaam kita yang ngga akan bisa di tukar dengan apapun lagi. Oh ya pa, ada yang ingin Asyila tanyakan ke papa.” Tanya Asyila. “ Apa sayang, apa yang ingin Asyila tanyakan ke papa.” “ Apa setelah isteri kedua papa itu meninggal papa tinggal sendiri.” Tanyanya yang merasa kasihan karena papanya tinggal seorang diri.” “ Ngga sayang, papa pun punya anak.” Jawabnya. “ Jadi papa punya anak bersama dengan isteri papa itu.” Tanya Asyila yang terkejut. Adam langsung menggeleng. “ Bukan sayang, bukan anak kandung papa. Tapi anak kandung mama Anggi. Jadi sebelum papa dan mama Anggi menikah, dia dulunya sempat menikah dan suaminya meninggal. Setelah mama Anggi meninggal papa hanya tinggal bersama dengannya, tapi dia pun pengusaha muda yang sibuk. Jadi dia jarang pulang, dan lebih sering pergi ke luar negeri. Seperti sekarang, dia sedang ada di Jepang. Mungkin baru pulang bulan depan.” “ Owh gitu. Asyila kira papa ngga punya siapa-siapa untuk menemani papa tinggal. Asyila ngga tega kalau membiarkan papa tinggal sendirian.” Balas Asyila. “ Mungkin papa banyak kenalan, tapi tetap saja nak. Hati papa hampa. Tapi sekarang ngga lagi setelah papa tahu kalau papa punya anak. Papa punya harapan untuk bisa membahagiakan seseorang yang begitu berarti.” “ Iya pa, Asyila ngga akan lagi membiarkan papa kesepian lagi. Papa punya Asyila yang mulai sekarang akan selalu ada untuk papa.” “ Tapi kamu disini hanya sebentar nak. Papa pasti ..” “ Pa, jangan bilang seperti itu. Sekarang kan semuanya di mudahkan pa. Kita bisa setiap hari video call. Kalau papa ataupun Asyila punya waktu senggang kita bisa bertemu.” “ Ya nak. Oh ya apa papa bisa bertemu dengan calon suamimu sebelum kamu pulang.” Tanya Adam yang ingin segera bertemu dengan Fatih. “ Bisa kok pa, kemungkinan beberapa hari lagi mas Fatih akan menemui papa. Dia pun sudah bilang ke Asyila, kalau dia akan meminta restu dan izin pada papa untuk menikahi Asyila.” Balas Asyila. “ Asyila.” “ Iya pa.” “ Apa kamu sungguh yakin dengan laki-laki pilihanmu itu, apa kamu mencintainya.” Tanya sang papa yang ingin tahu bagaimana perasaan Asyila. “ Pa, Asyila itu salah satu wanita yang sulit untuk dekat dengan seseorang. Asyila dulu ngga pernah ingin menjalin hubungan dengan siapapun, kalau laki-laki itu ngga memiliki tujuan untuk apa adanya hubungan itu. Tapi Asyila melihat mas Fatih laki-laki yang berbeda pa. Dia bisa menunjukkan ke Asyila tentang arti perjuangan. Sungguh Asyila ngga meragukan perasaannya pada Asyila setelah Asyila melihat semua yang dia lakukan untuk Asyila. Dia laki-laki yang baik pa, dia begitu perhatian dan selalu mengutamakan kebahagiaan Asyila. Mas Fatih ngga akan pernah ingin melihat Asyila sedih.  Kita berdua sama-sama saling mencintai. Asyila percaya pada mas Fatih, kalau dia bisa membahagiaakan Asyila.” Jawaban Asyila yang terdengar tulus membuat Adam terlihat lega karena sedikit mendengar apa yang sudah calon suami Asyila berikan untuk putrinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD