Adam masih terdiam dan terus memandangi wajah Asyila, yang dia pun merasa kalau wajah Asyila begiru tidak asing untuk di lihat. Dia seperti melihat Ulya ada dalam diri Asyila, sedangkan Asyila sudah menitikan air matanya di depan kedua orang tuanya.
“ Aku minta maaf karena menyembunyikan hal ini dari kamu mas. Aku pun tidak akan membela diriki atas apa yang sudah aku lakukan ini.”
“ Kamu datang menemuiku, kamu sengaja menemuiku dan ingin mengatakan ini. Mengatakan sesuatu yang begitu mustahil untuk aku dengar Ul.” Ucap Adam yang masihragu.
“ Mungkin bagimu mustahil mas, tapi inilah kenyataannya. Asyila anak kandungmu, akulah yang menyembunyikannya darimu selama ini.” Ungkap Ulya yang dirinya pun terluka saat mengatakan kebenaran ini pada mantan suaminya.
“ Tapi kenapa… kenapa kamu melakukan ini Ul, kamu melakukan sesuatu yang aku sendiri pun tidak pernah membayangkan hal ini. Kamu menyembunyikan anak kita dariku. Kamu menyembunyikannya bukan hanya satu dua hari Ul, tapi selama puluhan tahun. Apa begitu besar kesalahan yang aku buat sampai kamu tega membohongiku dan menyembunyikan dia dariku.” Bentak Adam yang mulai emosi.
“ Aku… aku hanya…” Ulya pun tidak sanggup lagi melanjutkan ucapannya.
“ Ma, mama.” Asyila pun langsung memeluk mamanya saat dia tahu papanya begitu marah pada mamanya.
Sedangkan Adam pun mencoba untuk menahan dan meredakan emosinya saat mendengar Asyila memanggil mamanya.
“ Aku tahu, selama kita menikah aku sudah sangat menyakitimu. Bahkan selama pernikahan kita dulu seorang anak sangat di nanti olehku ataupun kamu. Pernikahan kita saat itu ngga sebentar Ul, dan dengan teganya kamu menutupi apa yang sedari dulu aku harapkan juga. Apa kamu menghukumku dengan cara ini. Apa ini balasanmu atas perbuatanku.” Ungkap Adam yang ingin sekali tahu alasan Ulya melakukan ini terhadapnya.
“ Ngga mas, aku sama sekali ngga ada niatan untuk membalas ataupun menghukummu dengan cara menyembunyikan kelahiran Asyila darimu. Aku hanya ngga tahu apa yang harus aku lakukan saat itu. Aku sungguh mengenalmu mas, aku tahu apa yang akan kamu lakukan kalau sampai kamu tahu aku sedang mengandung putrimu. Aku tahu, kamu pasti akan langsung membatalkan perceraian kita. Aku yakin kamu akan melakukannya. Tapi aku sungguh ngga bisa mas, aku ngga bisa membiarkan kamu melakukan itu. Aku ngga mau kamu mengorbankan lagi perasaanmu hanya untuk aku dan Asyila.” Balas Ulya yang mengungkapkan alasannya dulu.
“ Kamu egois Ul, kamu egois. Aku papanya, aku berhak tahu tentang dia aku berhak tahu Ul.” Ucap Adam yang membuat Asyila tidak tahan dengan pertengkaran kedua orang tuanya ini.
“ STOP ! Asyila datang kemari, bukan untuk melihat kalian bertengkar seperti ini. Asyila ngga ingin terungkapnya rahasia ini justru membuat kalian seperti sekarang. Asyila tahu, mama salah karena sudah menyembunyikan Asyila dari papa selama bertahun-tahun. Asyila pun marah, kecewa tapi Asyila mencoba untuk mengerti kondisi mama waktu itu. Asyila pun memikirkan perasaan mama. Begitu juga sekarang, saat melihat papa untuk pertama kalinya ada di depan Asyila, sungguh hal ini ngga pernah bisa terbayangkan oleh Asyila. Karena Asyila selama ini hanya berpikir kalau papa Asyila sudah meninggal sejak Asyila lahir. Tapi sekarang, tapi sekarang Asyila bisa melihat sendiri bagaimana wajah papa, bagaimana senyuman papa. Asyila sungguh bersyukur karena Allah masih memberikan Asyila kesempatan ini.” Ungakapan hati Asyila membuat Adam dan Ulya terdiam dan sedih.
“ PAPA.” Ucap Adam sambil memandang wajah putrinya untuk yang pertama kali. “ Itu adalah panggilan yang tidak pernah papa bayangkan selama ini, kalau papa akan di panggil seperti itu oleh putri kandung papa sendiri, oleh anak papa sendiri.” Ucap Adam yang langsung terduduk lemas karena begitu terharu dan bahagia mendengarnya.
Asyila pun mencoba mendekati Adam, tangannya pun meraih tangan papanya untuk yang pertama kalinya. Dia langsung saja menggenggam dan menyalami tangan yang begitu ia rindukan selama bertahun-tahun.
“ Pa…pa.” Panggil Asyila dengan menitikan air mata yang tidak kunjung habis karena air mata inilah yang mengungkapkan isi hatinya saat ini. “ Asyila benar-benar bahagia, akhirnya Asyila bisa memanggil papa. Asyila benar-benar bahagia bisa bertemu dengan papa.” Ungkapnya dengan tubuh yang gemetar. Adam yang melihat tangisan Asyila tanpa ada keraguan dia langsung memeluk Asyila dengan begitu erat.
“ Asyila… Asyila putri papa. Asyila anak papa.” Ucapnya berulang-ulang.
Mama Ayila yang melihat hal itu pun ikut menangis, rasa bersalahnya pun bertambah besar begitu melihat dua orang di depannya ini bertemu untuk yang pertama kalinya. Mau tidak mau dirinyalah disini yang egois, karena telah membiarakan hal ini bertahun-tahun.
Asyila dan Adam yang begitu larut dengan emosi mereka berdua pun akhirnya sekarang bisa melepaskan pelukannya dengan sedikit tenang. Asyila mencoba menghapus air matanya dan air mata yang keluar dari mata papanya. Dia pun menggantinya dengan sebuah senyuman saat memandang papanya.
“ Kenapa papa ngga ragu saat mama mengatakan kalau Asyila ini anak papa. Bisa saja mama bohong ke papa.” Tanya Asyila yang penasaran.
“ Mungkin mamamu sudah menyembunyika kamu dari papa, mungkin dia sudah membohongi papa selama bertahun-tahun. Tapi papa mengenal mamamu ngga sebentar nak. Papa tahu, kalau sejak dulu mamamu akan sulit untuk berbohong dari papa. Dan saat pertama kali mamamu mengatakan kalau kamu putri papa, sungguh papa benar-benar terkejut. Papa masih tidak percaya dengan apa yang papa dengar. Karena setelah perpisahan kita selama dua puluh tahun lebih tiba-tiba dia membawamu dan mengatakan kalau kamu putri papa. Namun papa tahu, kalau mamamu ngga berbohong. Dari sorotan matanya masih sama seperti dulu. Dia selalu mengatakan yang sebenarnya. Dia tidak pernah membohongi papa nak.” Jawab Adam yang beralih menatap Ulya.
Sedangkan Ulya benar-benar merasa lega karena Adam mengingat tentang dirinya dan mau percaya apa yang sudah dia katakana. Jadi Asyila tidak akan sakit hati saat tiba-tiba Adam menolak kehadirannya.
“ Makasih kamu sudah mau percaya padaku.”
“ Aku memang percaya padamu Ul, tapi bukan berarti aku bisa langsung memaafkan perbuatanmu yang sudah sangat keterlaluan ini. Saat aku menatap wajah Asyila, aku dapat melihat ada perpaduan dirimu. Tapi begitu melihat matanya, aku seperti melihat diriku ada pada dirinya.” Ucap Adam yang kembali menitikan air mata. Dan Asyila pun kembali memeluk papanya yang kembali bersedih.
“ Makasih nak, karena kamu sudah tumbuh dengan sangat baik. Terima kasih karena kamu sudah hadir ke dunia ini dan sekarang kamu sudah ada di samping papa. Papa minta maaf karena sudah menyulitkanmu dan ngga bisa ada saat-saat pertumbuhanmu dulu. Papa ngga ada saat kamu membutuhkan papa, papa sungguh minta maaf.” Ungkap Adam yang sedih saat membayangkan bagaimana sulitnya Asyila yang hidup tanpa kasih sayang seorang papa.
“ Jangan bicara seperti itu pa, papa ngga salah. Asyila sudah ikhlas kok dengan apa yang selama ini terjadi pada Asyila. Dan Asyila sekarang benar-benar bahagia, bisa bertemu dengan papa apalagi papa mau menerima kehadiran Asyila dengan begitu hangat, seperti sekarang. Sungguh Asyila bahagia pa. Mama merawat Asyila dengan penuh kasih sayang, mama merawat Asyila dengan begitu baik pa. Jadi Asyila mohon jangan benci mama. Dia hanya ingin melakukan yang terbaik untuk kita semua pa.” Balas Asyila.
“ Papa ngga pernah membenci mamamu Syil. Papa hanya kecewa atas apa yang dia lakukan pada papa.”
“ Mas, aku sungguh minta maaf. Aku tahu ngga akan mudah untukmu menerima maaf dariku. Tapi hal itu sungguh ngga masalah bagiku selama kamu bisa menerima Asyila dengan baik seperti sekarang. Kamu menerima kehadirannya pun sudah sangat membuatku lega mas.” Ujar mama Asyila.
“ Tapi kamu membuatku seperti orang yang tidak bertanggung jawab Ul, kamu membuatku menjadi papa yang tidak berguna sama sekali untuk putrinya. Aku ngga bisa membayangkan bagaimana sulitnya kamu membesarkan Asyila seorang diri. Aku ngga bisa membayangkan bagaimana kehidupan Asyila tanpa kehadiran seorang papa. Sungguh hal itu melukai hatiku Ul.” Balas Adam yang belum bisa sepenuhnya tenang.
“ Pa, Asyila tahu papa kecewa pada mama. Tapi papa pun harus tahu, mama pun di penuhi rasa bersalah karena menyembunyikan rahasia ini dari kita. Jadi hal ini pun juga ngga mudah untuk mama simpan sendiri pa.” Ucap Asyila yang mencoba untuk membuat papanya bisa memaafkan papanya.
“ Papa tahu, tapi ngga semudah itu juga papa bisa menerimanya nak. Beri papa waktu.” Ucap Adam dan Asyila pun mengangguk. “ Asyila.”
“ Iya pa.”
“ Apa Asyila bersedia tinggal di sini bersama papa. Apa Asyila bersedia meluangkan waktu dengan papa di sini. Papa pun ingin memberikan kasih sayang seorang papa untuk putrinya nak. Dan papa pun ingin merasakan bagaimana mendapat kasih sayang dari putri kandungnya sendiri.” Tanya Adam yang penuh keinginan untuk tetap bersama dengan Asyila.
Asyila pun langsung menatap wajah mamanya untuk meminta persetujuan darinya. Tanpa ragu mamanya pun mengangguk yang artinya mengizinkan Asyila untuk tinggal bersama dengan papanya sementara waktu ini.
“ Asyila bersedia kok pa, tapi Asyila ngga mungkin akan tinggal bersama papa terus disini. Karena Asyila pun harus mempersiapkan acara Asyila sendiri pa.” Ucap Asyila dan papanya langsung terlihat bingung.
“ Acara apa sayang, apa Asyila butuh sesuatu untuk acara Asyila itu. Papa akan membantu Asyila nak.” Tanya Adam yang mencoba langsung sigap.
“ Asyila memang membutuhkan papa untuk acara Asyila. Asyila mau papa terus bersama dengan Asyila selama acara Asyila berlangsung. Karena acara Asyila ngga berarti apapun tanpa kehadiran papa. Jadi Asyila harap papa akan selalu ada dan mendampingi Asyila di sana.” Ucap Asyila yang masih belum mengatakan tentang acara pernikahannya.
“ Pasti sayang, papa akan dengan senang hati menemani Asyila. Papa ngga akan pergi kemanapun lagi. Papa akan selalu ada untuk Asyila. Kapan acara Asyila di adakan sayang.” Tanya papanya lagi.
“ Asyila ingin papa menjadi wali di pernikahan Asyila yang akan berlangsung dua bulan lagi pa.” Jawaban Asyila kembali mengejutkan Adam. Dia tidak menyangka kembali di kejutkan. Pertama oleh mantan isterinya dan sekarang oleh putrinya sendiri yang mengatakan kalau dirinya akan menikah dua bulan lagi.