Bab 34. Play Victim

3105 Words

Naira yang sudah bersiap untuk berangkat kerja lantas menekan tuas untuk membuka pintu huniannya dan kaget sekali melihat Adam sudah menunggunya di depan pada posisi menyandar di dinding sambil kedua belah tangannya di masukkan kedalam saku celana. “Loh.. Adam! kenapa kamu nggak teken bellnya? Sudah lama nunggunya?” tanya Naira yang merasa bersalah pasalnya dia tidak tahu Adam sedang menunggu dan bakal mengajaknya berangkat ke rumah sakit barengan Pria tampan itu melirik arloji yang melingkar pada pergelangan tangannya “sekitar tiga puluh menitan begitu” jawabnya sambil mengulas senyum ‘Ya ampun gusti! Jantungku masih aman kan.’ batin Naira yang mulai merasa deg degan melihat senyuman yang bisa meluluhkan gunung es itu. “Ayuk berangkat.” ajak Adam tanpa permisi lantas menautkan jemari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD