MEH-BAB 80

1017 Words

"Jadi keputusanmu sudah bulat?" terdengar helaan napas berat keluar dari mulut ayah Hazel yang duduk berseberangan dengannya. Mereka masih berada di rumah sakit dan Hazel mengumumkan akan pergi meninggalkan negaranya. Tidak ada yang setuju dengan keputusannya tersebut. Ibunya bahkan sudah menangis di dalam pelukan ayahnya. "Kenapa tiba-tiba sekali, Hazel? Apa kau patah hati setelah Sean menikahiku, jadi kau memutuskan untuk melarikan diri karena tidak sudi melihat wajahku lagi? Aku tidak keberatan jika harus bercerai dengannya detik ini juga." Ucapan Keira sontak saja membuat semua mata tertuju ke arahnya, termasuk Sean tentunya. Kalimat itu terlontar begitu enteng dan mudah. Seolah yang ia bicarakan adalah perkiraan cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu. "Aku merasa tidak ada ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD