Di depan kamar Felix, Hazel kembali menghentikan langkahnya. Degupan jantungnya semakin tidak karuan bahkan tanpa sadar, ia menggenggam tangan Sean dengan kuat, hingga kukunya menancap di kulit pria itu. Sean dan Dave, saling melemparkan pandangan begitu melihat keraguan yang tampak jelas di wajah Hazel. "Jika Hazel meragu, sebaiknya kita urungkan niat untuk mempertemukan mereka." Dave bersuara. Sean mengangguk menyetujui. Bukan ide yang bagus jika memang Hazel tidak yakin. "Aku akan memberi tahu Aunty dan Uncle. Mereka pasti akan mengerti." Dave berniat untuk berbalik, tapi kalimat Hazel berhasil menghentikan langkahnya. "Aku akan tetap menemuinya." Hazel berucap tanpa menoleh baik kepada Sean maupun Dave. Ia hanya fokus menatap daun pintu yang ada di hadapannya. "Kau yakin?" ta

