Hazel memasuki sebuah gedung perkantoran dengan langkah ringan. Wanita itu sesekali menyapa para karyawan yang melintas di hadapannya dengan ramah. "Hazel, apa kabar?" Terdengar sapaan wanita dari meja resepsionis. Hazel menoleh dan langsung memberikan senyum lebar seraya melambaikan tangan. Sedikit berlari, ia mendekati meja si wanita resepsionis, masih dengan senyuman yang terpatri indah di wajahnya. "Baik, Rossy. Bagaimana denganmu?" Hazel melipat kedua tangannya di atas meja yang menjulang panjang tersebut tersebut. "Sangat baik. Kau ingin bertemu dengan Mr. Martinez?" Tebak Rossy. Hazel menyengir, menunjukkan barisan-barisan giginya yang putih. "Apa dia ada? Maksudku apa dia sedang sibuk? Jika dia sedang sibuk, aku akan menunggunya di sini." "Mr. Martinez sedang berada di dala

