“Akhirnya kamu datang. Aku harus pergi!” Flo berdiri cepat-cepat saat Gema sampai di rumah sakit lagi. Ia tidak menjawab dan nyaris tidak mendengar apa alasan Flo kenapa harus pergi cepat-cepat. “Aku sudah mendengarnya dari papamu.” Gema bisa merasakan ketegangan di udara sekitar mereka sekarang. Ia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa pada Sarah. Ia memilih topik ini untuk menyakinkan diri kalau Sarah menginginkannya. Jika memang begitu, Gema sanggup melakukan apapun. “Dia memberitahumu?” Suara Sarah bergetar. Udara yang dihirup Gema terasa mengandung racun. Air matanya sudah siap meluncur bahkan lebih dulu dari milik Sarah. Rasanya hatinya terasa sangat pedih. Ia sudah menanti begitu lama, berjuang tak kenal lelah. Tiba-tiba saja ada kabar yang mengatakan kalau dirinya akan

