Aku hanya akan lewat saja! Begitu tekad Morgan saat meninggalkan kantornya tadi. Ia tidak suka diteriaki pengecut oleh hatinya sendiri. Namun, kebulatan hatinya yang hanya akan lewat langsung berganti dengan cepat ketika melihat gadis yang dikenalnya tersebut berjongkok menangis di halte bus. Dadanya menjadi nyeri. Hatinya menjadi seperti tercabik-cabik. Jika sudah berurusan dengan hati, tidak ada yang bisa menang. Begitulah Morgan belajar kembali. Bagaimanapun ia mengatakan jika tidak akan terlibat dari Sarah benar-benar sama sekali tidak berguna. Jika bertemu Sarah, Morgan selalu terlibat. Mobilnya berhenti tak jauh dari halte. Bergegas Morgan turun dan mendekati gadis tersebut. Sarah sepertinya menyadari ada orang yang datang mendekat. Walau masih bisa mendengar isakan Sarah, tidak

