Takdir sudah memilihkannya untukmu! Apa sebegitu tidak berdayanya dirinya hingga harus takdir yang memilihkan orang yang harus berbagi kehidupan dengannya seumur hidup? Sebegitu lemahkah diri Morgan? Morgan menghirup udara di sekitarnya banyak-banyak. Beban hatinya terasa lebih berat dari sebelumnya. Ia merasa sudah seharusnya semua terjadi. Anehnya, ia merasa sama sekali tidak rela. Ia sudah pergi dari rumah Dryad hampir satu jam yang lalu. Langit di arah barat telah berwarna magenta. Matahari siap turun ke peraduan. Tanda-tanda gelap yang akan datang sudah semakin pekat setiap jarum jam bergulir. Namun, Morgan sama sekali tidak berkeinginan untuk pulang. Atau kembali ke kantornya melihat apa yang ditinggalkan sekretaris manisnya, Dea. Yang lebih membuat Morgan frustrasi adalah di m

