Abra POV "Abra" panggil seseorang yang kuyakini itu Tigo saat aku sedang menuruni tangga. "Ada apa?" tanyaku sambil duduk di salah satu sofa ruang tamu rumahku. "Aku ingin berbincang-bincang denganmu sekalian mengenalmu lebih dalam. Sebagai sepupu Zinia yang baik, aku ingin tau, apa pilihan bayi kecilku itu baik atau tidak" jawabnya. "Baiklah kalau begitu. Silahkan kau boleh tanya apa saja padaku" "Aku tidak akan bertanya tentang keluargamu, terlihat sekali kalau kau adalah anak dari keluarga terpandang.." "Jadi, sejak kapan kau mengenal Zinia?" "Sejak 2 atau 3 minggu yang lalu" jawabku. "What the f**k?! 2 weeks ago?! Are you kidding me?!" teriaknya. "Memang seperti itu kenyataannya. Jangan berlebihan, ok?" "Apa kau benar-benar serius padanya?" "Of course. I love her so much"

