Zinia POV "Dia sepupuku" WTF?!! Sepupu?!! Aku sepupunya?! Dia bilang aku sepupunya?!! Aku tidak salah dengarkan?! Benar-benar!! Didepanku saja dia bilang dia mencintaiku, tapi didepan gadis lain dia bilang aku sepupunya. Apa ini yang dimaksudnya mencintaiku? Atau mungkin lebih tepatnya mempermainkanku? Ya sepertinya begitu, haha. Baiklah jika memang seperti itu, mari kita lanjutkan saja apa yang sudah kau mulai, Abra. "Iya benar sekali. Aku ini sepupunya" ucapku datar dengan penuh penekanan dikata 'sepupu'. "Oh, kau sepupunya? Maafkan kekasaranku tadi ya" ucapnya sangat sangat santai. "Ya ya aku maafkan" sahutku masih dengan nada datar lalu kembali memakan ice creamku. "Ayo duduk" ucap Abra pada gadis itu sambil menggeser sebuah kursi di sampingnya. Ck, romantis sekali. "Terima

