Zinia POV "Acara malam ini biarkan papi yang mengurusnya. Kita akan bersenang-senang dan aku akan menghiburmu malam ini.." ucap Abra sambil menatap mataku dalam. Oh, aku baru sadar kalau ia memiliki mata biru yang bening dan indah. Persis seperti mata maminya. Dia tersenyum padaku lalu mulai menjalankan mobilnya meninggalkan hotel. Jalanan kota bandung terlihat ramai malam ini, tapi untung saja itu tidak menyebabkan kemacetan yang membosankan seperti di Jakarta. Aku melirik Abra yang sedang menyetir sambil tersenyum. Apa kepalanya baru saja terbentur sesuatu yang keras? tapi sepertinya tidak, karena akulah orang yang membentur sesuatu yang keras itu. Mengingat kejadian di basemant saat kepalaku terbentur, aku jadi sedikit marah dan kesal. Tentu saja kesal, bagaimana kalau kepalaku benj

