NPH 40

2636 Words

Wanita paruh baya itu terus mengembuskan napas beratnya. Sebenarnya tidak ada yang salah, dan lagi pula dia sudah berjanji kepada Eden. Setelah mendapat kabar dari Mrs. Rubi jika putranya ada di sana, wanita ini langsung menyusul. Pemandangan yang ia lihat pertama kali adalah Eden yang menemani Arvie bermain bola di halaman depan rumah yang tak begitu besar. Interaksi keduanya membuat sang mama mengingat ketika masa kecil Eden dan putra pertamanya. Kedua bocah itu sering bermain dengan suaminya di halaman juga. "Nenek, ini minumannya." Suara Arvie menyadarkan wanita ini. Dia pun tersenyum kepada sang cucu yang repot-repot membawakan minuman untuknya. Milly datang mengikuti di belakangnya. "Diminum dulu, Ma," ucap Milly. Wanita ini mengambil tempat duduk di sebelah Eden karena hanya d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD